Yonzipur 10 Kostrad Latihan Ranpur Amphibious Phonton Baru di Mojokerto - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
5FE3C727-630C-4763-B962-39F6829C2CBB-01fcbd43
Latihan kendaraan tempur berupa Amphibious Phonton di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto.
BERITA Kanal Straight

Yonzipur 10 Kostrad Latihan Ranpur Amphibious Phonton Baru di Mojokerto

Satukanal.com, Mojokerto – Batalyon Zoni Tempur (Yonzipur) 10 Jaladri Palaka Kostrad latihan kendaraan tempur baru di Sungai Ngotok atau anak Sungai Brantas, Kota Mojokerto.

Kendaraan tempur berupa Amphibious Phonton ini buatan perusahaan Excalibur International asal Ceko yang mendapat lisensi dari General Dynamics European Land Combat Systems. Fungsinya, dipergunakan sebagai salah satu alat penyeberangan kendaraan tempur dan pasukan dalam peperangan.

Terdapat 8 unit kendaraan Amphibious Phonton yang digunakan dalam latihan ini. Jika disambungakan menjadi jembatan sepanjang 100 meter.

Kegiatan latihan ini dipusatkan di Sungai Ngotok, Kota Mojokerto bukan tanpa alasan. Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigjen TNI Tjaturputra G Genah mengatakan, terdapat pertimbangan khusus, yakni memasuki tahap latihan taktis dengan arus.

“Ini (Sungai Ngotok) arusnya relatif masih memungkin buat latihan. Termasuk kedalaman, kelebaran dan kareteristik sungai ini yang menjadi pertimbangan khusus,” katanya usai apel jam pimpinan di sungai tersebut.

Tujuan dari latihan ini masih dalam tahapan peningkatan kemampuan menguasai kendaraan tersebut dengan metode praktek dan teori.

“Latihan ini memang bertujuan meningkatkan kemauan dan kemampuan prajurit. Sehingga, mereka profesional,” papar Tjaturputra.

Saat ini, TNI Angkatan Darat  (AD) memiliki sejumlah alusista baru yang memilik bobot cukup berat, seperti Tank Leopard yang memiliki bobot sampai 60 ton. Sehingga, TNI AD memerlukan kendaraan tempur yang mampu membawa alusista berbobot berat.

Selain itu, kata Tjaturputra, juga dihadapkan dengan situasi karateristik dan geografis wilyah Indonesia yang sangat beragam, terutama banyaknya sungai.

“Maka dibutuhkan kendaraan yang mampu baik bermanuver di darat maupun digunakan di sungai untuk mengangkut alusista berat. Ini bisa digunakan pada saat kita melakukan operasi,” ujarnya.

Rendaraan Amphibious Phonton tidak hanya sekedar digunakan untuk kegiatan operasi. Rencananya ke depan juga digunakan untuk penanggulangan bencana.

“Ada proyeksi ke sana (penanggulangan bencana), karena apabila ada jembatan putus kita tidak membutuhkan waktu lama, dalam waktu tidak sampai satu jam. Kemarin kita uji coba 57 menit sudah terangkai, bisa membantu masyarakat jika ada dampak bencana di masyarakat,” bebernya.

 

Baca Juga :  Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Jurang Pacet Mojokerto, Diperkirkan Berusia Kurang dari 1 Bulan

 

Pewarta : Hermansyah

Editor : Adinda

    Kanal Terkait