Wujud Harapan Para Warga Dikemas Dalam Tradisi Kembul Dungo Kota Batu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Wujud Harapan Para Warga Dikemas Dalam Tradisi Kembul Dungo Kota Batu
BERITA Kanal Straight

Wujud Harapan Para Warga Dikemas Dalam Tradisi Kembul Dungo Kota Batu

Satukanal.com, Batu – Selain terkenal dengan wisatanya, di Kota Batu juga terdapat satu tradisi bernama Tradisi Kembul Dungo. Tradisi kembul dungo yang masik eksis hingga saat ini dimaksudkan sebagai ungkapan penuh harapan dan doa dari masyarakat setempat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejarah penamaan dari tradisi Kembul Dungo, merupakan nama yang di adopsi dari bahasa jawa. Kata “kembul” mengacu pada kegiatan berkumpul bersama yang dilakukan masyarakat setempat, sedangkan “dungo” artinya doa. Jadi, Kembul Dungo bisa diartikan kegiatan berdoa yang dilakukan secara bersama-sama.

Saat tradisi Kembul Dungo tengah di lakukan, berbagai kalangan masyarakat di Kota Batu turut berkumpul bersama. Kegiatan paling penting dalam pelaksanaan tradisi ini yakni, memanjat doa dan harapan yang diinginkan oleh masing-masing masyarakat yang ikut hadir kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Gelaran tradisi Kembul Dungo tidak hanya memanjat doa dan harapan kepada Sang Pencipta. Namun, berbagai pentas seni maupun arak-arakan juga turut hadir melengkapi berlangsungnya tradisi ini.

Baca Juga :  25 Motor Hanyut Sekaligus Diterjang Banjir Bandang di Batu

Kegiatan-kegiatan dalam tradisi Kembul Dungo tersebut antara lain, Mulai dari acara mengarak tumpeng keliling di Kota Batu. Lalu, dilanjutkan dengan Ujub-ujub, yaitu suatu doa yang dilantunkan dalam bahasa Jawa.

Dalam tradisi tersebut juga turut di lantunkan beberapa tembang Mocopat. Tembang mocopat sendiri adalah tembang atau puisi tradisional Jawa yang setiap bait mocopat mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut guru lagu.

Selain melantunkan tembang mocopat, beberapa aksi pagelaran seni juga turut disuguhkan. Salah satunya adalah seni tari yang dibawakan langsung oleh warga sekitar Kota Batu. Selain itu, acara puncak serta penutupan tradisi ini biasanya dengan melakukan kembul tumpeng alias makan tumpeng bersama-sama.

Tradisi turun temurun yang terkenal di wilayah Kota Batu ini biasahnya digelar di lokasi sekitar Candi Supo atau yang biasa disebut dengan Candi Songgoriti. Candi Songgoriti ini adalah satu-satunya candi peninggalan Mpu Sindok di kota Batu. Dia adalah raja pertama kerajaan Medang periode Jawa Timur yang memerintah sekitar tahun 929-947 M.

Baca Juga :  Banjir Bandang Melanda Kota Batu-Malang, 15 Orang Hilang dan Jembatan Sengkaling-Tegalgondo Terputus

Candi tersebut dipilih karena menjadi salah satu lokasi cagar budaya dengan nilai tradisi yang layak dilestarikan yang dimiliki Kota Batu. Candi Songgoriti yang berlokasi di Dusun Songgoriti Desa Songgokerto Kota Batu termasuk candi paling tua di Jawa Timur.

Sehingga, sebagai salah satu lokasi cagar budaya, Candi Songgoriti merupakan tempat istimewa di Kota Batu yang dianjurkan menjadi tempat digelarnya tradisi Kembul Dungo. Selain itu, Candi tersebut juga kerap menjadi tempat menggelar acara kesenian, juga jamasan atau proses membersihkan pusaka peninggalan nenek moyang saat masuk dalam bulan Sura. Benda-benda pusaka yang dibersihkan antara lain benda-benda pusaka seperti keris, tombak dan sejenisnya.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait