Wisatawan Sengkaling Tak Sampai 25 Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Wisatawan Sengkaling Tak Sampai 25 Persen
BERITA

Wisatawan Sengkaling Tak Sampai 25 Persen

Satukanal.com, Malang – Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) beberapa saat lalu, animo wisatawan luar daerah Malang Raya masih rendah. Ketakutan pelancong untuk berwisata karena pandemi dan operasional yang dibatasi menjadi alasannya.

Taman Rekreasi Sengkaling UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang merupakan salah satu dari banyaknya destinasi terdampak.

“Jadi sepi sekali, adanya PPKM tentu memberatkan. Padahal biaya operasional tetap jalan,” ujar Koordinator Taman Rekreasi Sengkaling UMM, Yeni Dwi Kurniawati hari ini (12/4).

Padahal menurutnya, dari segi prokol kesehatan (prokes) mereka sudah sangat siap. Di pintu masuk pelancong melakukan pemeriksaan suhu badan dan cuci tangan. Jika suhu badan tercatat tidak normal, maka tidak diperbolehkan masuk ke destinasi wisata.

Baca Juga :  9.998 Keluarga Bakal Terima Bantuan Sosial Tunai

Ketika memasuki area sengkaling, wisatawan diwajibkan memakai masker. Pemantauan melalui CCTV juga dilakukan untuk mengingatkan pengujung yang lalai. Lalu, akan ada petugas yang rutin berkeliling ke seluruh penjuru wisata untuk mengawasi.

Banner berisi himbauan penjagaan prokes juga terpasang dibeberapa sudut. “Kami sudah menyiapkan 35 tempat cuci tangan yang tersebar di seluruh sengkaling. Itu merupakan salah bentuk upaya kami membuat para wisatawan nyaman,” tuturnya.

Selain itu, penyemprotan desinfektan secara rutin ditiap wahana juga digelar tiap harinya. “Apalagi disini kan kolam renang menjadi yang paling difavoritkan. Jadi kami berikan klorine sesuai standar yang ditetapkan,” ucapnya.

Sepinya pengunjung berdampak pada biaya operasional yang ada. Guna meminimalisir pengeluaran, pihak pengelola memperkerjakan karyawan secara bergantian.

Baca Juga :  Masih Banyak Aduan, Ini jawaban Kadisdik Soal PPDB 2021

Tercatat, sebelum PPKM dimulai pada hari biasa kurang lebih ada 500 wisatawan yang hadir, pada weekend pelancong bisa mencapai 1.500 orang. Sedangkan kini, jumlah pengunjung yang ada tak sampai 25 persen dari itu.

“Kalaupun ada, pembatasan kapasitas maksimal kami dari 18 ribu menjadi 50 persen, dari awal pandemi tak pernah tercapai. Apalagi sekarang,” paparnya.

Musim hujan yang hadir sejak tahun-tahun sebelumnya juga bukan merupakan halangan. Pengunjung tetap hadir meski wahana yang ada didominasi outdoor.

“Harapan saya agar pemerintah bisa membantu sektor pariwisata menjadi aman dan nyaman untuk dikunjungi. Karena jika seperti ini dampak sangat luar biasa bagi karyawan,” tutupnya.

 

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait