Wisata Pasar Payung Kutho Malang, Destinasi Unik Apresiasi Sang Maestro - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Wisata Pasar Payung Kutho Malang, Destinasi Unik Apresiasi Sang Maestro
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Wisata Pasar Payung Kutho Malang, Destinasi Unik Apresiasi Sang Maestro

Satukanal.com, Malang – Adanya pandemi Covid-19 yang kini turut melanda Kota Malang, menyebabkan peresmian Pasar Payung Kutho Malang yang terletak di Jalan LA Sucipto Gang Taruna III Kecamatan Blimbing, Kota Malang ikut tertunda.

Namun, pada Sabtu (20/02/2021) ini pihak Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Malang Dr. Ida Ayu Made Wahyuni, S.H., M.Si mewakili Wali Kota Malang telah meresmikan dan turut membuka destinasi baru Kota Malang ini.

Nantinya Pasar Payung Kutho Malang akan rutin hadir tiap hari Sabtu pukul 10.00 – 14.00 WIB dan diharapkan menjadi salah satu tujuan pariwisata kota Malang yang diminati para wisatawan. Berbagai kerajinan payung pun turut di pamerkan.

Di lokasi Pasar Payung ini juga menampilkan beragam payung klasik karya sang maestro payung kertas tradisional, Mbah Rasimun. Salah satunya seperti, payung lukis, payung sulam, payung batik, payung decopage, payung rustiq, dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  11 Daerah di Jawa Timur UMK Tak Naik, Kota Malang Naik Rp 75.000

Sosok Mbah Mun sapaan akrabnya, merupakan satu-satunya maestro payung di Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan para pengrajin payung di wilayah Solo.

Oleh karena itu Yuyun Sulastri selaku ketua Kabunga (karya bumi Ngalam) Grup menjelaskan, bahwa lokasi Pasar Payung, harus dekat dengan sang maestronya. Agar, ketika wisatawan yang datang ke Kota Malang, mereka tahu bahwa ada Pasar Payung satu lokasi dengan sang maestro.

Wisata Pasar Payung Kutho Malang juga menyediakan beragam kreasi seni seperti, ornamen payung dengan bentuk souvenir payung, masker berlukis payung, tempat cincin, batik payung, coklat payung, es payung dan semua barang serta makanan yang bertema payung.

Penjualan berbagai karya payung dan pernak-perniknya pun dilakukan secara offline dan online. Berbagai platform sosial media, seperti Instagram dan Bigo Live akan menjadi sarana penjualan online dengan harga yang beragam.

“Untuk harga souvenir payung mulai Rp 10 ribu. Payung mbah Mun yang kertas seharga Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu, kalau lukis kombinasi dibandrol Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :  Gunakan Inquiry Learning, Hadapi Tantangan Pembelajaran 4.0

Menurut Yuyun, terciptannya Pasar Payung Kutho Malang ini merupakan hasil cerita dengan sang maestro payung karena selama ini penjualan payung tidak begitu stabil.

“Dibuatkan pasar payung ini, ceritanya mbah mun ini sering ngobrol kalau penjualan payungnya kadang ramai kadang ya biasa saja, makanya setiap sabtu kita buatkan pasar payung agar masyarakat tahu, jika masyarakat bingung cari payung datang aja setiap sabtu ke sini” Ujarnya.

Alasan lain didirikannya Pasar Payung Kutho Malang ini sebagai salah satu wujud apresiasi dan penghargaan bagi Mbah Rasimun, karena hingga di usia senjanya masih mempersembahkan karya-karya terbaiknya.

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait