Wisata Alam Watu Gedhek Banyuwangi Menyimpan Sejuta Keindahan dan Sejarah | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Wisata Alam Watu Gedhek Banyuwangi Menyimpan Sejuta Keindahan dan Sejarah
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Wisata Alam Watu Gedhek Banyuwangi Menyimpan Sejuta Keindahan dan Sejarah

SATUKANAL.com, BANYUWANGI – Gedhek adalah anyaman dari bambu yang dipakai untuk dinding rumah sederhana (desa), Tak hanya dari bambu, di wilayah desa Jambewangi Kecamatan Sempu Banyuwangi terdapat batu yang menyerupai gedhek.

Watu gedhek (Batu Anyaman) orang sekitar menyebutnya, Batu tersebut tersusun berlipat lipat ke atas hingga menyerupai gedhek, dari situlah nama tersebut muncul.

Konon Batu tersebut adalah sabuk Gunung Raung (ikat pinggang), letaknya yang mengelilingi sepanjang kaki Gunung Raung, warga sekitar mempercayai batu tersebut adalah pondasi atau sabuknya gunung Raung. Keunikan tersebut sehingga dikelola oleh masyarakat sekitar sebagai tempat wisata alam.

Baca Juga :  Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kota Banyuwangi Berikan 200 Paket Untuk Korban Bencana Sulawesi Barat

“Dulu sempat ramai, tapi sekarang sudah jarang mungkin karena banyak wisata baru bermunculan, akan tetapi kami tetap merawatnya” kata Samsul sebagai pesanggem atau salah satu pengurus wisata Alam Watu gedhek (11/1/2021)

Tak jarang ada juga orang yang mendatangi tempat tersebut untuk meditasi mendekatkan diri ke Maha Pencipta, warga sekitarpun mengkeramatkan batu gedhek itu, keindahan yang disuguhkan, serta pancuran sumber mata air yang mengalir jernih secara alami melengkapi keindahanya.

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru Sentral Pasar Muncar Banyuwangi Ramai Pembeli

Wisata Watu gedhek kini terlihat tidur, bubuk gubuk yang dibuat untuk berteduh sambil menikmati alampun banyak yang rusak dan rapuh.

Rumput-rumput sekitarpun terlihat lebat di seluas area wisata tersebut, akan tetapi selalu di rawat oleh bapak Samsul guna memebersihkan dan memperbaikinya.

Beliau berharap banyak pengunjung yang mendatangi tempat tersebut sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

 

 

 

Pewarta: Abdul Konik
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait