SATUKANAL.COM
Untitled-tybtyb
BERITA

Wilayah Merah Pilkades, Polres Malang Ketatkan Pengawasan

Dua hari lagi, pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang III di wilayah Kabupaten Malang akan digelar. Diikuti 269 desa di berbagai wilayah kecamatan, pilkades sebagai pesta demokrasi di akar rumput itu memiliki potensi gesekan yang lebih patut diwaspadai dibandingkan pemilihan bupati/walikota sampai pemilihan yang lebih tinggi lagi.

Hal ini pula yang diantisipasi secara serius oleh Polres Malang yang menggandeng TNI serta unsur terkait untuk menutup berbagai celah atau ekses Pilkades yang jatuh 30 Juni 2019 datang.
Salah satunya adalah melakukan pemetaan wilayah perdesaan dengan kategori hijau, kuning dan merah.

Hijau diartikan sebagai wilayah yang landai atau aman. Kuning mewakili wilayah rawan atau berpotensi terjadi gesekan. Sedangkan merah adalah desa yang terkategori sangat rawan.

Di kode merah inilah Polres Malang yang akan menerjunkan personel gabungan sebanyak 3.150 serta 50 personel TNI AD yang siap on call ketika dihubungi di seluruh desa yang menggelar pilkades. Melakukan antisipasi ketat dibandingkan wilayah hijau dan kuning.

“Ada dua wilayah merah dalam pilkades, yaitu Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), dan Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Ini didasarkan indeks potensi kerawanan sekaligus potensi calon kades dan pendukungnya yang akan ikut kontestasi,” kata Kompol Sunardi Riyono, kabag ops Polres Malang, saat menjelaskan potensi wilayah sangat rawan dalam Pilkades 2019.

Seperti diketahui, di Desa Druju, salah satu calon kades merupakan incumbent yang tersangkut hukum terkait dugaan penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Bahkan sang calon sudah menjalani tahanan di Polres Malang yang kemudian berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen.

“Untuk Desa Pamotan, ada calon kades yang tidak lolos seleksi dan menyebabkan pendukungnya tidak terima. Kami sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Alhamdulillah tensinya turun dan semoga berlanjut sampai tahapan pilkades selesai,” ujar Sunardi.

Dia juga menegaskan kepolisian akan bersikap tegas kepada siapa pun yang membuat kerusuhan dan mengganggu jalannya pilkades. Selain melakukan pendekatan sebelum hari H pilkades, Polres Malang juga akan menerjunkan personel gabungan lebih banyak dibandingkan dengan wilayah dengan kategori warna hijau dan kuning.

Dari data Polres Malang, untuk wilayah aman, yang diterjunkan adalah 7 personel polisi dan 2 anggota TNI AD, termasuk 10 linmas, di satu desa. Sedangkan khusus untuk daerah rawan dan sangat rawan, jumlah personel keamanan lebih banyak lagi.

“Tentunya akan lebih banyak personel untuk wilayah rawan dan sangat rawan. Kami juga terjunkan tim saber judi untuk meminimalisasi adanya judi pilkades dan money politics,” ujar Sunardi.

Mantan kasat reskrim Polres Malang ini juga mengatakan, suatu wilayah berstatus rawan pilkades dikarenakan ada beberapa faktor.
“Di antaranya faktor calon kades dan ada riwayat konflik. Selain itu, ditengarai kurangnya persiapan panitia dan netralitas petugas yang diduga mendukung salah satu calon,” pungkasnya.

Kanal Terkait