SATUKANAL.COM
Sri Wahyu selaku perwakilan WCC Dian Mutiara Malang melakukan penyuluhan kepada warga Kampung Pemulung di Muharto
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

SATUKANAL, MALANG – Demi meningkatkan wawasan masyarakat mengenai cara pencegahan dan penanganan permasalahan kekerasan perempuan dan anak, Sabtu (29/8) Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang melakukan penyuluhan kepada masyarakat (ibu-ibu dan remaja) di Rumah Belajar Nusantara, Kampung Pemulung, Jalan Muharto Gang 7, RT 12/RW 10.

Kegiatan penyuluhan ini menerapkan protokol kesehatan dengan membatasi jumlah peserta dan memberikan jarak pada peserta. Dalam kegiatan ini pihak WCC memberikan penjelasan mengenai segala jenis kekerasan yang dialami perempuan dan anak-anak dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kasus-kasus kekerasan tersebut ditengah pandemi COVID-19. Menurut beliau tingkat kekerasan meningkat pasca pandemi dan menjadi hal yang harus diperhatikan pemerintah dan juga masyarakat.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

“Berbagai faktor sebenarnya. Terlalu lama bersama di rumah, PHK besar-besaran, dan Ibu yang harus mengajari anak setiap hari dirumah menjadikan faktor penyebab timbulnya emosi dan menghasilkan kekerasan” ujar Sri Wahyu selaku perwakilan WCC Dian Mutiara.

”Kita dimasa pandemi ini banyak melakukan kegiatan seperti ini supaya paling tidak mengurangi (kekerasan) dan Ibu-ibu bisa bersikap pada waktu ada tagar #DirumahAja #DirumahAman, bahwa ternyata tidak sederhana dalam pelaksanaannya” tambah Sri Wahyu.

Tidak hanya mengenai kekerasan saja, WCC juga menjelaskan bagaimana peranan seorang Istri yang dapat ikut berperan dalam membantu ekonomi keluarga ditengah pandemi dengan memberikan penyuluhan tentang pentingnya pelatihan skill. Warga sekitar juga mengatakan pernah menerima 4 mesin jahit sebagai alat pendukung keterampilan oleh Dinas Sosial namun ditarik kembali tanpa alasan yang jelas. Padahal warga sudah menghasilkan barang berupa tas yang sudah diperjual belikan.

Baca Juga :  Wujudkan Pembangunan Desa/Kelurahan yang Berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Madiun Gelar Webinar Bertajuk Responsif Gender

“Dulu pernah jual tas harga Rp 15.000 sampai Rp 35.000” ucap seorang warga ketika ditanya mengenai hasil produksi dari mesin jahit tersebut.

Tidak hanya memberikan penyuluhan di sini pihak WCC Dian Mutiara juga mendengarkan mengenai keluhan dan keresahan masyarakat Kampung Pemulung, keresahan dari masyarakat meliputi kurangnya dana sebagai modal usaha dalam pengrajinan maupun kuliner dan ketidak tahuan warga mengenai alur dan berkas untuk mengajukan program pelatihan skill ke pemerintah.

Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait