Waspada! Pencurian Data KTP Untuk Pinjaman Online Akibatkan Kerugian Korbannya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Waspada! Pencurian Data KTP Untuk Pinjaman Online Akibatkan Kerugian Korbannya
BERITA HIGHLIGHT

Waspada! Pencurian Data KTP Untuk Pinjaman Online Akibatkan Kerugian Korbannya

SATUKANAL.com, NASIONAL– Pencurian data KTP untuk pinjaman online marak terjadi baru-baru ini. Tak jarang, data KTP dipalsukan atau digandakan untuk melancarkan aksi tersebut.

Seperti halnya beberapa waktu lalu yang ramai diperbincangkan di Twitter terkait adanya dugaan praktik penjualan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Akun Twitter @Pinjollaknat, Selasa (20 April 2021) mengunggah foto-foto KTP yang diduga hasil duplikasi tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kemungkinan besar, KTP palsu tersebut akan digunakan untuk mengajukan kartu kredit atau pinjaman online. Bagaimanapun juga penyalahgunaan data KTP dapat berdampak pada mereka yang merasa tidak pernah mendaftar kartu kredit tapi tiba-tiba ada tagihan kartu kredit atau adanya teror yang tiba-tiba datang dari penagih hutang.

Yerry Niko Borang selaku pemerhati keamanan siber sekaligus staf Engagement and Learning Specialist di Engage Media menyebut bahwa saat ini potensi kebocoran data KTP dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Menurutnya, cukup sulit mengamankan data  KTP di era saat ini.

“Ini sangat susah dijaga, karena kebocoran KTP bisa terjadi dimana-mana. Soalnya data KTP dan KTP fisik di kelurahan baru diserahkan ke kita. Rentangnya lumayan panjang,” ujarnya dikutip dari kompas.com (26/04/2021).

Yerry juga mengatakan, bahkan aplikasi keuangan semacam untuk trading di bursa atau kripto juga memakai data itu juga. Meskipun demikian, ada beberapa usaha yang dapat dialkukan masyarakat agar data pribadinya tidak mudah disebarkan.

Baca Juga :  Triple Mutation, Virus Covid-19 yang Disebut Tak Bisa Terdeteksi Tes PCR

Sikap kehati-hatian perlu dilakukan misalnya pada proteksi di bagian user KTP, apalagi saat meminjamkannya untuk di fotokopi. Sebaiknya tidak smebarangan membagikan data KTP saat mengikuti layanan tertentu di internet.

Kemudian bagi end user, sebisa mungkin hanya mengikuti layanan yang dipercaya saja. Sebagai contoh, kata Yerry, ketika akan emmasang internet diharuskan menyerahkan KTP maka pastikan layanan tersebut bisa dipercaya.

Dilansir dari cermati.com, ada empat  cara yang bisa dilakukan untuk melindungi data pribadi agar tidak terjadi pencurian data yang kerap digunakan untuk merugikan korbannyanya. Beriku ulasannya:

1. Hindari Menyimpan Userame dan Password Penting Secara Otomatis

Akun online yang penting dan biasa digunakan seperti akun belanja online di e-commerce, dompet digital, internet banking, email maupun sosial media pastikan untuk tidak menyimpan username dan passwordnya secara otomatis.

Pastikan pula menggunakan kata sandi atau password yang sulit ditebak atau gunakan password yang berbeda pada setiap akun digital. Jangan lupa pula, aktifkan 2 tahapan verifikasi pada aplikasi tersebut agar keamanannya lebih terjaga.

2. Jangan Klik Sembarangan Tautan atau Lampiran Iklan Pop-Up

Melakukan klik sembarangan dapat memperbesar peluang terselip virus siber di dalamnya. Bahkan populer pula modus kejahatan siber dengan cara membuat tautan yang mirip dengan website suatu bank atau perusahaan besar seperti listrik, pajak yang dipastikan bisa mengecoh dan menipu.

Baca Juga :  Vaksin Merah Putih Unair Ditargetkan Rampung Desember 2021

3. Jangan Membagikan Informasi Pribadi Kepada Siapapun

Informasi yang sifatnya rahasia harus dilindungi. Jangan sembarangan membagikan data pribadi kepada orang lain. Gunakan pula, kata sand yang unik dan kuat dengan kombinasi campuran huruf, angka, simbol huruf besar dan kecil. Lakukan penggantian pin secara berkal 6 bula sekali demi menjaga keamanan.

4. Jangan Mengunggah, Share atau Posting Data Pribadi ke Media Sosial

Jangan pernah dengan sengaja mengunggah foto KTP, KK, NPWP, SIM atau identitas lainnya di sosial media. Hal ini bisa mengundang tindak kejahatan siber oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Berhati-hatilah dan jangan sembarangan mengunggah data pribadi di platform media sosial.

Hindari juga share informasi identitas data pribadi di kolom komentar di berbagai platform sosial media seperti Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, dst, website dan aplikasi yang tidak resmi atau tidak dikenal.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait