Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia, Januari-Februari 2021 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia, Januari-Februari 2021
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia, Januari-Februari 2021

SATUKANAL.com, NASIONAL– Beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia diguyur hujan lebat hingga menimbulkan banjir. Kejadian banjir yang tengah menjadi perhatian saat ini, salah satunya yaitu banjir di Kalimantan Selatan yang telah merendam ribuan rumah warga.

Tak hanya di Kalimatan Selatan saja yang mengalami kejadian banjir, sejumlah daerah di bagian lain Indonesia nyatanya juga mengalami banjir. Kejadian banjir melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia baik itu banjir dengan kategori ringan hingga mengkhawatirkan.

Penyebab banjir yaitu tingginya curah hujan di Indonesia

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak oktober 2020 telah memprediksikan bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Ada 94 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan.

“Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 zona musim telah memasuki musim hujan,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (18/01/2020) yag dilansir dari liputan6.com.

Menurutnya, sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2021. Untuk itu, ia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin menyebutkan bahwa penyebab curah hujan tinggi di Indonesia saat ini karena adanya fenomena Monsun Asia musim dingin. Ia menerangkan, fenomena ini berlangsung aktif selama periode Januari hingga Februari 2021.

Baca Juga :  Usai Terima Masukan Tokoh Agama Dan Pemda, Jokowi Cabut Lampiran Perpres Terkait Miras

“Adanya fenomena monsun Asia musim dingin, sebagai tanda periode musim hujan di Indonesia, ditambah kondisi dinamika atmosfer lainnya, ujar Miming dilansirdari kompas.com.

Beberapa negara selain di Indonesia juga mengalami fenomena ini, seperti negara tetangga di Asia. “MonsunAsia musim dingin secara umum juga berpengaruh di negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia dan negara tetangganya,” lanjutnya menuturkan.

BMKG juga menyebut, kondisi dinamika atmosfer yang terjadi baru-baru ini juga menjadi penyebab adanya gelombang atmosfer seperti MJO, gelombang kelvin dan rossby ekuatorial.

Saat ini, gelombang-gelombang tersebut cukup aktif di Indonesia yang disertai dengan adanya pusat tekanan rendah yang mengakibatkan terbentuknya pola konvergensi dan belokan angin. Hal ini berpotensi memberikan pengaruh pada peningkatan pertumbuhan awan hujan.

Potensi Cuaca di Indonesia 

Kondisi dinamika atmosfer tersebut juga dapat meningkatkan potensi curah hujan hingga sepekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia.Meski demikian, menurut BMKG hujan dengan intensitas lebat lebih cenderung terkonsentrasi pada pagi, siang dan sore hari.

Baca Juga :  Kemdikbud: Dosen, Guru dan Tenaga Kependidikan akan Diberikan Vaksin Covid-19 Mulai 24 Februari

Lebih lanjut BMKG menyebut jika pada tanggal 16-21 Januari 2021, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia seperti:

  • Papua
  • Papua Barat
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tengah
  • Gorontalo
  • Sulawesi Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
  • Nusa Tenggara Timur
  • Nusa Tenggara Barat
  • Bali
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • Jawa Barat
  • Banten
  • Sumatera Selatan
  • Jambi
  • Sumatera utara
  • Aceh
Himbauan BMKG

BMKG melalui laman resminya tak lupa senantias menghimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan cuaca ekstrem pada periode pucak musim penghujan ini.

Sebagai upaya mitigasi, BMKG menyampaikan informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan. Tujuannya, agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang.

“Perlu diwaspadai cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan,” tuturnya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Sumber: bmkg.go.id/ liputan6.com/kompas.com

Kanal Terkait