Waspada, Beras Mengandung Zat Kimia! Begini Cara Identifikasinya - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Waspada, Beras Mengandung Zat Kimia! Begini Cara Identifikasinya
BERITA Kanal Artikel

Waspada, Beras Mengandung Zat Kimia! Begini Cara Identifikasinya

Satukanal.com, Nasional – Beras mengandung zat kimia tentu menjadi sesuatu yang berbahaya apabila dikonsumsi secara terus menerus. Apalagi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, tentu beras telah mendarah daging dan tak bisa lepas dari konsumsi harian seseorang.

Namun, beras yang beredar di pasaran tak selamanya bebas dari zat kimia. Sejumlah merek ternama, bahkan disinyalir memiliki kandungan bahan kimia yang tak baik jika dikonsumsi bekepanjangan.

Lantas, apakah ada langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk melakukan pengujian sederhana agar bisa membedakan mana beras yang berbahan kimia dan mana beras yang aman untuk dikonsumsi. Berikut ulasannya:

Amati Secara Langsung Beras Yang Hendak Dibeli

Pengamatan secara langsung pada beras yang hendak dibeli penting adaya, untuk mengetahui apakah beras tersebut tergolong layak konsumsi atau tidak. Caranya, yakni dengan mengambil segenggam contoh beras yang hendak dibeli. Kemudian lakukan identifikasi sederhana seperti:

1. Penentuan Warna Beras

Penentuan warna beras dilakukan secara sederhana dan cepat dengan indera penglihatan. Ditandai dengan warna dan kilap beras normal, putih normal untuk beras giling sempurna dan merah kecoklatan sampai hitam untuk beras berpigmen merah atau hitam.

Bentuk beras juga harus utuh. Apabila sudah banyak yang patah, hancur dan banyak remah (menepung) menempel di telapak tangan, menunjukkan bahwa beras telah lama disimpan dalam waktu yang lama dan sebaiknya tidak dikonsumsi.

2. Penentuan Tekstur Beras

Penentuan tekstur beras dilakukan dengan indera perasa (kinestetik). Tekstur beras yang baik adalah masih kerasa serta tidak mudah patah. Beras yang baik masih terasa khas beras. Apabila sudah mulai terasa pahit maka beras tersebut sudah terindikasi tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Alert! Varian Delta Plus Masuk Indonesia, Simak Fakta-Faktanya

3. Penentuan Bau

Penentuan adanyaa bau apek, asam, tengik atau bau lainnya dilakukan dengan indera penciuman yang ditandai dengan bau yang khas. Jika beras tersebut ada bau yang terasa aneh ketika dicium, maka sebakinya untuk tidak mengkonsumsi beras tersebut.

4. Penentuan Campuran Beras

Penentuan campuran beras yakni, untuk mengetahui apakah dalam beras tersebut ada bekatul, dedak atau campuran benda asing yang seperti kerikil, loogam serta tangkai padi. Maka dari itu, penting juga untuk melakukan pengamatan secara visual. Agar memastikan, beras tersebut layak dikonsumsi atau tidak.

5. Penentuan Hama dan Penyakit

Penentuan hama dan penyakit dapat dilakukan secara visual dan cepat dengan indera penglihatan. Ditandai adanya hama hidup atau bagian tubuh hama yang ati aatau adanya busuk kering oleh jamur dan busuk basah oleh bakteri. Bila dicurigai beras menunjukkan tanda-tanda adanya hama dan penyakit yang berbahaya dilakukan analisis secara laboratorium.

6. Penentuan Adanya Bahan Kimia

Penentuan adanya bahan kimia yang membahayakan dan merugikan konsumen dilakukan secara visual dan cepat menggunakan indera penciuman yang ditandai bau bahan kimia. Bila dicurigai beras menunjukkan tanda-tanda adanya bahan kimia yang berbahaya dilakukan analisis secara laboratorium.

Ketahui Apakah Beras Mengandung Zat Kimia atau Tidak

Selain melakukan pengamatan secara sederhana seperti ulasan di atas, adapun tips untuk mengetahui apakah beras yang hendak dikonsusi mengandung zat kimia atau tidak. Hal ini tentu akan sangat membantu agar tidak salah memilih. Berikut ulasannya:

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi? Ini Rekomendasi Makanan Untuk Menurunkannya

1. Zat Pewangi

Pada dasarnya beras yang mengeluarkan aroma wangi hanyalah beras pandan wangi dimana beras ini memiliki bentuk biji yang agak bulat tidak memanjang dan jika ditemuai beras yang panjang dan beraroma wangi dipastikan beras tersebut dari jenis lain yang diberi pewangi.

Perlu diketahui bahwa, beras pandan wangi yang sudah berumur tua tetapi beraroma sangat wangi harus diperhatikan. Karena aroma pekat yang sangat wangi biasanya bertahan hanya ketika beras masih berkisar bulanan. Jika lebih dari itu aroma menjadi berkurang. Namun, apabila aroma masih tetap sama, besar kemungkinan besar diberi pewangi kimia.

2. Zat Pelicin

Ketika beras diremas maka akan terasa licin dan untuk mengetahui adanya zat pelicin atau tidak pada beras tersebut yakni dengan cara melakukan pengujian. Dimana tangan untuk meremas beras harus kering dan ketika beras dilepaskan dari remasan beras banyak yang menempel. Sedangkan beras tanpa pelicin jika dilepaskan dari remasan beras tidak banyak yang menempel.

3. Zat Pemutih

Zat pemutih merupakan salah satu zat kimia yang berbahaya. Penggunaan zat pemutih pada beras bertujuan untuk memoles beras yang telah kusam atau telah berumur lama. Agar beras tersebut kembali bersih seperti beras baru. Ada banyak pemutih beras diantaranya tawas, kaposrit, detergen, bayclin dan lainnya dimana zat pemutih tersebut jika dikonsumsi bersama beras maka akan sangat berbahaya bagi tubuh.

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait