Waspada! Bahaya Kebocoran Data Pribadi Kian Marak Terjadi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Waspada! Bahaya Kebocoran Data Pribadi Kian Marak Terjadi
ilustrasi kebocoran data pribadi (Foto: piqsels.com)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Waspada! Bahaya Kebocoran Data Pribadi Kian Marak Terjadi

Satukanal.com, Nasional– Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan sejumlah kasus kebocoran data pribadi yang masih terjadi di Indonesia. Kasus teranyar yakni bocornya Nomor Induk Kependudukan (NIK) Presiden Joko Widodo.

Disebutkan bahwa NIK tersebut didapat dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada bagian formulir calon presiden RI untuk Pemilu 2019. Padahal, NIK merupakan data pribadi yang sangat penting dan harus dirahasiakan. Sebab, NIK bisa digunakan untuk mengakses banyak hal, di antaranya adalah aplikasi PeduliLindungi.

Kekhawatiran itu pun terbukti. Warganet kemudian mencoba untuk mengecek sertifikat vaksin Covid-19 Jokowi di aplikasi PeduliLindungi. Beberapa bulan lalu, kebocoran juga terjadi terhadap 297 juta data peserta BPJS Kesehatan. Data tersebut diperjualbelikan di RaidForums.

Tentu saja, maraknya kebocoran data dapat merugikan pemilik data. Misalnya, di bidang keuangan yang kerapkali terjadi. Seseorang bisa menggunakan data tersebut untuk mengajukan pinjaman, baik di bank maupun pinjaman online.

Tak hanya itu, seseorang dapat mengaku sebagai pemilik data untuk mengakses berbagai kegiatan. Seperti halnya untuk program sosial atau layanan kesehatan. Biasanya, yang juga sering terjadi yakni spam atau phising melalui email dan telepon.

Baca Juga :  Pakai Masker Muncul Jerawat? Ini Cara Atasi 'Maskne'

Menurut catatan polisi siber, sebanyak 182 kasus pencurian data dilaporkan oleh masyarakat. Angka ini meningkat 27,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebanyak 143 laporan. Selama lima tahun terakhir, peningkatan laporan pencurian data meningkat 810% dari 20 laporan pada 2016.

Masyarakat juga perlu menjaga data pribadi dengan tidak menyebarkan informasi yang bersifat pribadi dan rahasia. Selain itu, masyarakat perlu membaca kebijakan privasi pada saat mengakses media sosial untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Lantas, kerugian apa saja yang bisa terjadi akibat data pribadi yang dicuri? Berikut rinciannya:

  1. Secara psikologis menyebabkan stress dan merasa tidak aman
  2. Terjebak pinjaman yan tidak dilakukan
  3. Berpotensi dikucilkan dan perundungan
  4. Butuh dana dan waktu untuk memulihkan data yang bocor

Dengan adanya perkembangan teknologi tentu membuat siapa pun harus lebih waspada terkait keamanan data pribadi. Data pribadi dari email, kata sandi hingga nomor telepon wajib dilindungi agar tak disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Lalu, bagaimana cara untuk mengetahui data pengguna telah bocor? Ada sejumlah aplikasi yang bisa dilakukan untuk mengetahui kebocoran data sesseorang. Simak, ulasan mengenai cara yang dapat dipakai di bawah ini:

Baca Juga :  52 KA Lokal di Daop 8 Surabaya Kembali Beroperasi

1. Periksa data

Dibuat oleh Ethical Hacker Indonesia, aplikasi ini dapat melacak kebocoran data di internet. Yang perlu dilakukan hanya tinggal memasukkan email dengan benar. Kemudian, klik “Perika Sekarang”. Situs ini akan menampilkan hasil atas kebocoran data yang terjadi secara rinci. Untuk mengaksesnya yakni melalui laman periksadata.com.

2. Avast

Avast.com merupakan situs keamanan internet lintas platform untuk Microsoft Windows, macOS, Android dan iOS. Situs ini menawarkan pelacakan untuk alamat email. Situs ini bisa diakses melalui laman avast.com/hackcheck/.

3. Have I Been Pwned?

Have I Been Pwned menawarkan fasilitas untuk melacak pelanggaran yang menggunakan email atau nomor telepon. Hanya perlu memasukkan alamat email atau nomor telepon dengan format internasional ke situs tersebut. Link Have I Been Pwned dapat diakses melalui laman https://haveibeenpwned.com/.

4. DeHashed

Situs ini tidak hanya memeriksa kebocoran email, melainkan memungkinkan untuk mengetahui identitas dalam daftar yang diretas. Situs ini dapat diakses melalui laman https://dehashed.com.

5. Firefox Monitor

Situs ini dapat melihat kebocoran data online melalui alamat email. Situs ini bisa diakses melalui laman https://monitor.firefox.com/

 

Pewarta : Adinda

Kanal Terkait