Warung 'Bekpe' Tempat Ngopi Para Santri di Jombang, Berdiri Sejak 1988 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Warung Bekpe (Foto:Anggit Puji/satukanal.com)
BERITA Kanal Feature

Warung ‘Bekpe’ Tempat Ngopi Para Santri di Jombang, Berdiri Sejak 1988

Satukanal.com, Jombang – Budaya minum kopi sambil bercengkrama kala waktu senggang merupakan kebiasaan yang tidak akan hilang dari seorang Santri. Di Warung ‘Bekpe’ atau ‘Ozi’ Ngumpul, Jogoroto, Jombang tempat ‘Ngopi’ nya para santri, alumni dan masyarakat umum duduk bersantai menikmati kopi.

Warung ‘Bekpe’ atau kepanjangan dari ‘Bengkel Perut’ ini sudah berdiri sejak tahun 1998. Sekitar tahun itu, dimana awal dari zaman Kiai As’ad. Kawasan Warkop yang terkenal dengan ‘Panggon Ngopine Santri’ ini memang sejak dulu berada di selatan Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Rejoso Peterongan Jombang. Saat itu, daerah selatan pondok memang sudah rame karena memang dipergunakan untuk kantin.

Achmad Yusuf Alfi Syahr (25) pengelola Warung Bekpe, mengatakan alasan mengapa dinamakan warung ‘Bekpe’, karena sebelum warung dibuka, area ini digunakan untuk bengkel.

“Nah ‘Bekpe’ itu singkatan dari “Bengkel Perut”. Karena dulu banyak anak DU menyebutnya dengan ‘Warung Bengkel’. Tapi sales yang banyak kesini tidak mau menulis dengan sebutan “Warung Bengkel” melainkan ‘Warung Fauzi’. Sebab itu atas inisiatif pemilik warung, bergantilah menjadi ‘Warung Nekpe’ atau dikenal juga ‘Ozi’,” ucapnya pada Sabtu (4/9/2021).

Nama ‘Ozi’ sendiri diambil dari pemilik warung, yang juga ayah dari Achmad Yusuf aitu M. Fauzi Shof dan Fatmah Mufidah. Cak Hafis, sapaan akrab Achamad menuturkan
segmentasi pasar yang ditarget sebenarnya umum.

Baca Juga :  PTM di Jombang Bergulir Kembali, Pendidikan Karakter Jadi Unsur Utama Awal Sekolah

“Akan tetapi karena dekat dengan Ponpes, maka kebanyakan pembeli dari santri berbagai tingkat pendidikan baik yang mukim di ponpes ataupun ‘Ngalong’. Selain itu alumni juga banyak datang dan menjadi jujukan untuk sela-sela istirahat pasca ziaroh, sowan atau kegiatan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk menu varian kopi sebenarnya cukup sederhana mengingat pemilik yang berasal dari Dukun, Gresik dimana terkenal dengan warkop yang ramai. Untuk harga, Warung Bekpe mematok harga Murmer (Murah Meriah) mulai dari Rp 3 – 4 Ribu untuk kopinya.

“Disini, variannya ada hitam biasa, hitam mantap, hitam sipul (pahit), manual (kopsu gelas), dan maman (kopsu cangkir). Semuanya tadi kopi racikan sendiri.
Selain di atas, kalau kopi sachet sepertinya sama saja dengan yang tempat lain. Hanya sedikit perbedaannya,” ungkapnya.

Karena menyediakan beragam racikan kopi, untuk biji kopi beli di pasar terdrkat. Namun, tetap memilih penjual. Karena baginya, untuk soal rasa dan kepercayaan, hati tidak bisa bohong. Kopi tersebut lalu disangrai sendiri dengan tungku dari tanah liat dan untuk penghancurannya digiling ke tukang giling pilihan.

Identitas dari Secangkir Kopi

Biji kopi yang dipilih pun tidak sembarangan. Hal tersebut karena baginya, kopi adalah Identitas yang selalu ada dan jadi ciri khas dari sebuah warung kopi.

Baca Juga :  3.500 Santri Tebuireng Dapat Jatah Vaksinasi

“Intinya kopinya pilih yang robusta karena umumnya orang sini nggak suka kecut (arabica) dan juga background pemilik dari Dukun, Gresik menjadi identitas. ‘Kopi ndukunan ora ono sing kecut, kopi ndukunan iku kopi sing lembut, wani kopi, lan sakjane doyan pahit kenthel koyo brotowali’ ,” tukasnya.

Karena warung tidak hanya menyajikan kopi, pengelolaannya juga lebih bervariasi. Barang-barang dibagi menjadi beberapa klasifikasi, seperti air minum kemasan, rokok. Pengeluaran dan pemasukannya dibedakan supaya manajemennya tidak tumpang tindih berantakan.

“Selain kopi, warung ini menjual varian minuman lainnya, contohnya joshua, mega mendung, soda gembira, teh, sujakep, jakep, gorengan ote-ote, tempe, pisang goreng, makanan ayam kecap, aneka mie instan, rokok, pulsa,” jelasnya.

Omset perhari yang didapatkan dikatakannya berbeda, tergantung momennya. Saat sebelum pandemi, omset per hari bisa dikatakan cukup lah, bisa mencapai Rp 4 Juta saat ada kegiatan suwelasan.

“Hari biasa juga sekitar Rp 2 juta lah. Tapi saat pandemi ya sama dengan tempat lainnya, ada penurunan lumayan drastis mencapai lebih dari 100% dari hari biasa sebelum pandemi,” pungkasnya.

Warung Bekpe atau Ozi buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 17.00 Wib. Warung juga tutup jika sudah waktunya untuk tutup, atau pengelola sedang ada kegiatan lainnya.

 

Pewarta: Anggit Puji
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait