Warga Kediri Temukan Kepala Kala, Saat Normalisasi Sungai Kalasan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG_20211106_12325381-67250b30
Penemuan Kepala Kala di Sungai Kalasan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kediri saat normalisasi sungai (Anis Firmansyah/Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Warga Kediri Temukan Kepala Kala, Saat Normalisasi Sungai Kalasan

Satukanal.com, Kediri – Benda diduga purbakala era yang diduga peninggalan kerajaan Khadiri ditemukan warga saat pengerjaan normalisasi aliran sungai di Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Kepala Dusun Nambaan Supriyadi, mengatakan benda yang ditemukan berbentuk kepala kala. Penemuan batu itu pada Kamis (4/11/2021) lalu di aliran Sungai Kalasan.

Adapun kepala kala itu berukuran sepanjang 170 x 100 Cm, menyerupai sosok wajah manusia berwarna merah. “Temuan yang baru ditemukan kemarin, Kamis (4/11/2021) pagi. Rencana normalisasi berjalan sampai arah barat, kemarin itu ketimur sampai temuan patung,” kata Supriyadi, kepada satukanal.com, Sabtu (6/11/2021).

Baca Juga :  Minyak Goreng di atas HET, Pedagang Sembako Kediri Kesulitan Pasokan

Dia menjelaskan sebelumnya memang sudah ada temuan batu berbetuk patung, warga biasa menyebutnya Mbah Pentul. Lalu kemarin, Kamis (4/11/2021) pagi ada pengerukan alat berat, dan terangkatlah patung kepala kala satunya berwarna merah.

Setelah dilakukan pengerukan alat berat, diletakkan lebih dekat dengan temuan benda sebelumnya.  Disebutkan pihaknya sudah melakukan pelaporan terkait penemuan benda diduga purbakala ini kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Kediri.

“Sebelumnya pernah ditemukan, ada yang dibawa warga. Maka itu kemarin menghubungi Disbudpar Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Baca Juga :  Javier Roca Resmi Jadi Pelatih Persik Kediri

Sementara itu, Kasi Museum dan Purbakala Disbudpar Kabupaten Kediri Eko Priyanto, menyampaikan temuan batu menyerupai wajah ini berupa kepala kala. Kala itu letaknya biasanya berada di atas ambang pintu sebuah bangunan.

Dilihat dari gaya pahatan kala yang ditemukan merupakan berada di era Kerajaan Kediri, yakni Peralihan Jawa Tengahan ke Jawa Timuran.

“Posisinya memang masih di sungai. Kita usahakan diusahakan, artefak tersebut dapat dipindahkan untuk ditempatkan lokasi yang layak,” tutupnya.

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait