Warga Kabupaten Kediri Sulap Botol Bekas Jadi Barang Bernilai | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Warga Kabupaten Kediri, Sulap Botol Bekas Jadi Boneka Miniatur
ADVERTORIAL BERITA EKONOMI HIGHLIGHT LIPUTAN KHUSUS

Warga Kabupaten Kediri Sulap Botol Bekas Jadi Barang Bernilai

SATUKANAL.com, KEDIRI – Botol bekas, sekilas menjadi momok menakutkan bagi kebersihan lingkungan, karena, limbah berjenis plastik ini menjadi salah satu penyumbang sampah non-organik terbesar dilingkungan, serta menjadi ancaman pencemaran lingkungan.Su

Namun beberapa orang terbangun nuraninya, memanfaatkan botol bekas sebagai benda bernilai rupiah.

Seperti yang Endang Suryani lakukan, ia menjadikan botol bekas sebuah boneka miniatur yang unik, dengan berbagai pernak-pernik hiasan dan tutup botol juga disulap menjadi gantungan kunci dan Bros yang cantik.

Tidak hanya itu, boneka miniatur tersebut diberi lubang dibelakang kepala, dan menjadikannya sebuah celengan. “Ini berfungsi buat celengan juga, jadi bukan hanya sekedar pajangan,” kata Suryani, kepada Satukanal.com, Senin (19/10/2020).

Ia mengaku, ide membuat boneka dari botol bekas berawal dari melihat botol-botol bekas berserakan. Hingga terinspirasi dari icon Jakarta, yakni boneka ondel-ondel.

Baca Juga :  TIM DVI Polda Jatim Lakukan Pengambilan Sampel DNA Ibu Kandung Korban Asal Kediri, dalam Tragedi Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

Selanjutnya ia mengembangkan ke boneka wisuda hingga berbagai icon Kabupaten Kediri. “Bermacam-macam boneka ada, Polisi, Tentara, Simpang Lima Gumul juga ada. Ini kan kalau anak sekolah seneng,” terangnya.

Untuk pembuatannya sendiri, ia dibantu oleh suami sebagai pekerja kasar. Atau bagian pemotong dan pewarnaan. Sementara Suryani, bertugas sebagai perangkai pernak-pernik hiasan dan pengemasan.

Bahan dan alat yang digunakan juga tak banyak dan mudah dicari. Produk kerajinan boneka miniatur ini terbuat dari bahan dasar botol plastik bekas. Selanjutnya dipercantik menggunakan cat warna, perekat, kain embos, kain flanel, dan kain perca.

Terkait harga, ia menjual produk kerajinannya sepasang boneka minatur cukup terjangkau. Dengan ukuran tinggi boneka 21 sentimeter, seharga Rp25.000. Sedangkan produk ukuran lebih besar dijual dengan harga Rp30.000 satu pasang.

Baca Juga :  BKSDA Jatim Cari Jejak Harimau Jawa di Tulungagung

Suryani sudah hampir 3 tahun menekuni usaha kerajinan ini. Penjualannya dilakukan dengan cara kerja sama dengan beberapa lokasi wisata dan promosi melalui media online.

Ia mengaku, per minggu mendapatkan keuntungan kisaran 200 ribu dari kerajinan botol bekas ini. Saat itu penjualan mengalir dari permintaan beberapa pesanan di lokasi wisata Kabupaten Kediri.

Namun adanya masa pandemi ini, beberapa lokasi wisata masih dilakukan pembatasan-pembatasan dan penutupan. Menurutnya, ini sangat berpengaruh dalam tingkat penjualannya saat ini.

Ia berharap, semoga masa pandemi ini cepat berlalu “Pemasaran ditempat wisata, masa pandemi beekurang drastis, karena tempat wisata pada tutup.” Tutup Suryani.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal 

Kanal Terkait