Warga Kabupaten Kediri, Lakukan Inovasi Makanan Olahan dari Pelepah Pohon Pisang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
pisang kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Warga Kabupaten Kediri, Lakukan Inovasi Makanan Olahan dari Pelepah Pohon Pisang

SATUKANAL.com, KEDIRI – Warga desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, berhasil membuat inovasi produk makanan olahan (kripik pelepah pisang) dengan memanfaatkan limbah perkebunan pelepah pisang.

Penjualan kripik pelepah pisang tersebut berhasil melakukan pengiriman hingga ke luar negeri. Pengiriman dilakukan sebanyak 25 sampai 30 Bal per hari, dengan satuan berat 5 Kilogram per Ball.

“Penjualan kripik pelepah pisang, sampai Singapore, Hongkong, dan Thailand. Melalui komunitas produsen Kripik Khusus Indonesia,” kata Owner Kripik Pelepah Pisang, Lilik Rahayu, kepada Satukanal.com, Rabu (18/11/2020).

Dirinya mengaku, ide awal dari pembuatan kripik pelepah pisang tersebut berasal dari produk pertama yakni tempe mendoan yang dibungkus dengan daun pisang. Dari situlah, Lilik sekaligus memanfaatkan batang pisang, dan permintaan semakin meningkat.

Baca Juga :  Bupati Kediri Serahkan Tanah Hibah Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

Dari meningkatnya permintaan, Lilik memperkerjakan 15 orang tenaga kerja yang sebagian besar ibu rumah tangga. Tenaga kerja tersebut dibagi beberapa tugas, 12 orang bagian produksi dan 3 lainnya mencari bahan baku.

“Biasanya, kalau saya mengambil pelepah pisang itu dari perkebunan pisang khusus dan dikirim dengan kendaraan pick up. Tiga tenaga kerja mencari pelepah pisang ketika telat,” terangnya.

Dari perjalanan usahanya tersebut, Lilik mengungkapkan masih terkendala dengan permodalan. Bahkan belum mampu menghitung untuk omset dan pendapatan dikarenakan terus diputar untuk produksi dan tenaga kerja.

Baca Juga :  Istri Mendiang Pendiri PT GG Meninggal Dunia

Ada 6 Varian rasa yang diberikan oleh kripik pelepah pisang dengan harga yang terjangkau. “Varian Original, Jagung Bakar, Keju , Sate Panggang, Balado, dan BBQ. Untuk harga 1 Kilogram 65 ribu dan 1 Poch dengan berat 250 gram, dengan harga 20 ribu rupiah,” tutupnya. (adv)

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait