SATUKANAL.COM
BERITA

Wali Kota Malang Minta Perda Minol Diperketat, Pelaku Tidak Hanya Kena Tipiring

Keberadaan minuman beralkohol (minol) di Kota Malang yang banyak ditemukan tak berizin menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Apalagi, beberapa hari lalu, nyawa empat warga Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, melayang akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.

Wali Kota Malang Sutiaji meminta kepada DPRD Kota Malang meminta perda minol untuk diperketat. Sebab, selama ini, produk minol dirasa masih terlalu longgar. “Perda minol tolong agak diperketat. Dulu kami sudah meminta ini, tapi rasanya masih longgar,” ujar dia.

Sutiaji menambahkan, setidaknya ada hukuman lain yang bakal menjarat pelaku, baik itu penyedia minol yang tak berizin maupun yang sengaja membuat miras oplosan. “Kalau sekadar tipiring (tindak pidana ringan), kemudian bayar denda selesai, maka saya harapkan ada hukum lain yang akan menjerat pelaku ini agar mereka jera,” tandas nya.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Permintaan Sutiaji itu langsung ditanggapi oleh Ketua DPRD Kota Malang sementara I Made Rian DK. Dia menyatakan usul  wali kota Malang tersebut bakal segera ditindaklanjuti oleh anggota dewan.

“Kami setuju dengan Pak Wali untuk merevisi perda minol ini. Kami akan perketat penjual atau yang memproduksi ini untuk harus mendapat hukuman. Bukan lagi tipiring saja. Segera (pembahasan revisi perda minol) setelah penetapan pimpinan definitif,” ungkap Made Rian.

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Menurut dia, atas kasus yang terjadi di Kota Malang saat ini dan tengah menjadi topik hangat, yakni meninggalnya empat warga Mojolangu akibat miras, memang harus ada tindakan tegas. Terlebih,  salah satu dari empat korban yang meninggal  masih berusia remaja 16 tahun.

“Izin perdagangan (minol) kita perketat lagi karena ini benar-benar merusak kita semua. Kemarin salah satu korbannya saja masih berusia remaja. Kalau ini dibiarkan, maka yang diuntungkan hanya segelintir orang. Tapi yang dirugikan banyak,” pungkas Made Rian.

Kanal Terkait