Walau Dapat Predikat WTP, Perihal DAK Masih Jadi Catatan Kota Malang | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Moch Anton Usai pelantikan pejabat
BERITA

Walau Dapat Predikat WTP, Perihal DAK Masih Jadi Catatan Kota Malang

Satuchannel.com, Kota Malang – Kota Malang kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Jawa Timur, pekan lalu. Adapun, ini merupakan keempat kalinya Kota Malang mendapatkan predikat yang sama sepanjang kepemimpinan H. Moch Anton berlangsung. Namun demikian masih ada catatan khusus dari BPK yang mesti segera dibenahi Kota Malang, yakni perihal DAK

Mengenai hal itu, pada kesempatan yang ditemui awak media, Wali Kota Malang, H. Moch Anton menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga kota Malang dalam kontribusinya dalam pembangunan sehingga Malang mendapat predikat tersebut dari BPK. Selain itu, menyampaikan meski mendapat nilai bagus begitu, masih ada beberapa hal yang tetap harus dibenahi dari Malang ini.

Baca Juga :  Pemkot Malang Gelar Aksi Tanam Pohon Guna Memupuk Pendidikan Karakter Bagi Anak

“Ada beberapa hal yang perku kita perbaiki untuk memepertahankan kedepan, karena ada SKPD yang dalam hal ini DAK nya bisa lebih diopimalkan,” ungkapnya.

Abah anton juga menyampaikan bila yang menjadi catatan pihak BPK kemarin itu adalah masalah optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia mengaku bila optimalisasinya pada sejumlah SKPD kurang, yaitu mulai dari Dishub, PUPR Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkunga Hidup

Baca Juga :  Walikota Sutiaji : Pandemi Covid-19 Belum Usai, Pentingnya Jaga Imun dan Kesehatan

“Itu rekomendasi dari BPK untuk mengoptimalkan dana DAK 2017 agar lebih optimal tidak sepertu 2016 kemarin,”

Anton juga menyampaikan bahwa hal yang akan dilakukan oleh pihak pemkot sendiri adalah semua jajarnya DAK akan dicairanya hingga tanggal 30 Juni, dan untuk lelang dapat segera diselesaikan artinya dengan begitu nantinya bisa segera menyerap DAK.

Dalam penyerapan DAK ini, Anton juga mengeluhkan bahwa biasanya yanh mejadi masalah ada pada tahapan lelang yang terjadi gagal lelang dan akhirnya tidak jadi atau memakan waktu lama.(iqb)

Kanal Terkait