SATUKANAL.COM
Gagasan Ubah Jam Kuliah Urai Macet Ditolak Rektor UB, Wali Kota Malang akan Curhat ke Rektor Kampus Lain
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Gagasan Ubah Jam Kuliah Urai Macet Ditolak Rektor UB, Wali Kota Malang akan Curhat ke Rektor Kampus Lain

SATUKANAL, MALANG – Kemacetan di sejumlah titik di Kota Malang memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Upaya dengan melakukan rekayasa lalu lintas juga sudah dilakukan.

Namun hal itu belum mampu mengatasi padatnya kendaraan.

Salah satu yang disoroti pengguna jalan yakni kemacetan di Jl Soekarno-Hatta (Suhat), terutama saat pagi hari dan sore hari.

Dan, hal itu ditindaklanjuti dengan adanya wacana untuk memundurkan jam kuliah di beberapa perguruan tinggi agar kendaraan tidak terlalu padat pada pagi hari.

Usulan ini disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan peninjauan kawasan Suhat pada Senin (3/2) lalu.

Ada lima perguruan tinggi yang disarankan agar membuat skenario jadwal perkuliahan.

Misalnya yang semula jadwal perkuliahan mahasiswa dimulai pagi hari pukul 07.00, maka bisa dimundurkan lebih siang pada pukul 09.00.

Baca Juga :  Rombongan Pengurus DPP Partai NasDem Ziarah ke Makam Gus Sholah

Saran tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik di Kota Malang, terutama saat pagi hari.

Namun, diberitakan sebelumnya, saran itu ditolak Universitas Brawijaya (UB) lantaran jadwal perkuliahan telah sesuai dengan ketentuan Kemenpan-RB.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan wacana mengubah jam kuliah termasuk langkah jangka panjang yang akan diambil.

Ia menyebut, wacana ini juga hanya untuk beberapa perguruan tinggi.

“Hanya beberapa perguruan tinggi yang saya wacanakan. Ada UMM, ITN, UIN, UB, dan UM, yang fluktuasinya di sana. Sejauh ini belum ada komplain (dari mereka) kepada saya,” ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, wacana mengubah jam kuliah juga berdasarkan saran pakar transportasi.

Apalagi, kemacetan memang kerap terjadi di pagi hari.

Sehingga saran ini menjadi kemungkinan mekanisme yang bisa dilakukan dalam manajemen rekayasa jalan.

Baca Juga :  Kediri Diguncang Gempa Sebanyak 7 Kali

“Kami menyampaikan itu tidak mungkin tidak bedasar. Itu adalah saran dari pakar transportasi. Di jam-jam pagi itu memang padat. Apa tidak ada kemungkinan dilakukan mekanisme. Kita bicara manajemen rekayasa. Belum infrastruktur. Karena yang bisa sekarang mengolah itu dulu,” jelasnya.

Nantinya, wacana ini masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan pimpinan perguruan tinggi yang dimaksud.

Rencananya, jika bisa disepakati, maka skenario jadwal perkuliahan untuk mengurai kemacetan akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru.

“Ini kan salah satu saran. Dalam waktu dekat, kami akan mengumpulkan pimpinan perguruan tinggi. Semuanya juga diserahkan kepada tim ahlinya. Dan ketika itu diterapkan, mungkin di jam-jam pagi tolong agak digeser. Tapi ini tidak jadi ketetapan dulu,” pungkasnya.

Kanal Terkait