SATUKANAL.COM
Bupati Malang
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Bupati Malang “Restui” Pemekaran Wilayah

SATUKANAL – Wacana soal pemekaran wilayah Kabupaten Malang kembali muncul setelah marak dibicarakan pada 2015 dan 2017 silam. Kali ini, Bupati Malang Sanusi “merestui” pemecahan wilayah yang dipimpinnya menjadi wilayah administrasi baru.

Yang sempat mencuat, yakni pemisahan antara Kabupaten Malang bagian utara-timur dengan bagian selatan. Sementara bagian barat, akan bergabung dengan Kota Batu, yang sebelumnya juga merupakan pemekaran dari Kabupaten Malang.

Bupati Malang Sanusi mengaku menerima aspirasi dari masyarakat untuk melakukan pemekaran atau pemecahan wilayah Kabupaten Malang.

Sanusi menyampaikan restunya saat memberi sambutan dalam kegiatan Gema Desa di Kecamatan Singosari, pada 20 Februari 2020 lalu.

Sanusi tidak mempermasalahkan jika nantinya akan ada pemecahan wilayah, yang tentunya harus berdasar dari kemauan masyarakat. “Supaya nggak jauh-jauh ke Kepanjen, bagi saya itu nggak masalah, asal itu kemauan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sanusi, nantinya untuk wilayah Kabupaten Malang di sisi sebelah barat meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon bisa bergabung dengan Kota Wisata Batu.

Untuk wilayah Kabupaten Malang sisi utara meliputi Kecamatan Singosari dan Lawang, lanjut Sanusi, nanti bisa membuat pemerintahan sendiri.

Sementara, wilayah Malang Utara bisa membuat Kabupaten Singosari. “Supaya nanti ini (Singosari) jadi ibu kota kabupaten, nggak tau berapa tahun yang akan datang,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Malang merupakan daerah tingkat II yang luasnya mencapai 3.530,35 kilometer (km) persegi. Angka ini menjadi terluas kedua di Jawa Timur.

Dengan luas wilayahnya tersebut, Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan, 12 kelurahan dan 378 desa. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Malang, jumlah penduduk di tahun 2020 berjumlah 2.619.975 jiwa.

“Kalau itu (pemisahan wilayah) nanti menjadi kebutuhan, bagi saya itu rasional. Untuk mendekatkan pelayanan, meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Sanusi.

Sanusi juga memberikan contoh kemajuan yang dialami oleh Kota Wisata Batu setelah berpisah dengan Kabupaten Malang. Misalnya jika dilihat dari sektor wisatanya, tampak lebih maju dan sejahtera dari pada kabupaten induknya.

Mengenai pembangunan dan anggaran, jika nantinya terbentuk pemerintahan baru, itu akan mendapat bantuan dari kabupaten induknya serta dari Pemerintah Pusat. Sanusi menjelaskan, dalam segi perwakilan rakyatnya pun nantinya akan bertambah.

“DPR nya jadi tambah lagi, asalnya sekarang 50, nanti kalau pecah lagi jadi dua, DPR nya jadi 100. Sehingga memberi pekerjaan kepada 50 calon-calon DPR,” tambahnya.

Dari segi kepala daerah atau bupati, jika nantinya aspirasi ini menjadi kenyataan, bupatinya akan bertambah jadi dua. “Bupatinya jadi dua, nggak rebutan nanti, ada dua. Bupati yang bagian Utara itu Singosari nanti bagian Malang Selatan,” bebernya.

Mengenai pemecahan wilayah, Sanusi menegaskan bahwa hal itu bukan keputusan bupati. “Nantinya jika ke depan memang dirasa itu perlu dilakukan untuk mendekatkan pelayanan publik agar masyarakat lebih nyaman dan sejahtera, itu akan di programkan ke arah sana,” pungkasnya.

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait