Wabup Mojokerto Beri Bantuan Gadis Korban Kekerasan Seksual di Dlanggu - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
F76C7C55-C0CD-446A-8A35-312C573B6123-0e831dba
Pemberian bantuan oleh Wabup Mojokerto (Hermansyah/satukanal)
BERITA Kanal Straight

Wabup Mojokerto Beri Bantuan Gadis Korban Kekerasan Seksual di Dlanggu

Satukanal.com, Mojokerto – Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra memeberikan bantuan kepada seorang gadis yang menjadi setubuhi dua kekek hingga hamil.

Perbuatan tidak senonoh itu menimpa gadis berusia 15 tahun berinisial P di Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Kedua pelaku yakni, berinisial W (57) dan P (65) yang merupakan tetangganya sendiri.

Meski keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, korban masih mengalami trauma berat dan tak berani keluar rumah.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua, seluruh pemegang pucuk pimpinan Kabupaten Mojokerto,” tegasnya saat dikonformasi wartawan usai mengunjungi korban di kediamannya bersama Ketua PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al Barra, Selasa (21/9/2021).

Ia mengaku turut prihatin atas kondisi kehidupan korban hanya tinggal bersama neneknya, Alfiyah (60) di sebuah rumah kecil yang tidak layak huni.

“Bagaimana jiwa kita tidak terganggu jika ada masyarakat kita yang mengalami kondisi yang seperti ini, makan saja susah, mencari kehidupan untuk besok saja susah, tidur pun tidak layak. Ditambah lagi guncangan psikis akibat pelecehan seksual yang seharusnya tidak dia alamai di umur yang masih 15 tahun,” papar pria yang akrab disapa Gus Barra itu.

Atas kondisi yang dialami korban, Pemerintah Kabupaten Mojokerto harus hadir memberikan bantuan dan pendampingan.

“Kalau bukan pemerintah siapa lagi yang memberikan jaminan kehidupan, pelayanan dan perlindungan hukum untuk korban dan keluarganya?. Dari kecil dia sudah ditinggal orang tuanya,” tegas  Gus Barra.

Pihaknya secara pribadi memberikan bantuan berupa uang tunai dan beras 10 karung. Selain itu, Gus Barra berharap korban dipindahkan ke rumah yang lebih representatif dengan biaya ditanggung oleh dirinya

“Saya berharap dia dipindahkan ke kontrakan yang lebih presentatif, layak, dan aman daripada tinggal di sini (rumah korban). Nanti kalau kesulitan membayar kontrakan bisa saya sendiri yang bayar, termasuk biaya persalinan nanti bisa kontak saya,” paparnya.

Saat ini, korban telah didampingi oleh Bidan Puskesmas setempat untuk mengecek kondisi kesehatan korban dan kandunganya.

Masih kata Putra Pengasuh Pondok Pesantren Amantul Ummah, KH Asep Syaifudin Chalim, ia akan terus mengawal dan menanyakan perkembangan kasus pencabulan yang dilakukan dua kekek itu kepada penegak hukum.

“Untuk perkembangan kasusnya saya masih belum tahu, tapi saya serusntanyakan kepada penegak hukum agar korban mendapatkan keadilan  dan pelaku juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apa gunanya hukum kalau yang melakukan perbuatan seperti itu bebas berkeliaran,” pungkasnya.

Sementara, menurut keterangan nenek korban, Alfiyah (60), korban seharusnya masuk sekolah kelas 2 SMP, namun karena masih hamil dan trauma. Ditambah takut bertemu dengan kedua pelaku.

“Iya tidak mau sekolah anaknya sejak bulan puasa lalu (April-Mei 2021). Tapi katanya bu Camat nanti setelah babaran (lahiran) di sekolahkan lagi,” katanya.

Korban sejak bayi telah ditinggalkan kedua orang tuanya. Saat ini hanya tinggal di bersama neneknya dan satu orang kakaknya yang nomor satu. Kakak laki-lakinya itu pun jarang ada berada di rumah.

Kondisi rumahnya pun tidak layak huni. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mengandalkan dari penghasilan kakaknya yang berprofesi sebagai kuli batu. Terkadang juga mendapat bantuan dari orang lain.

“Kadang kakaknya ke sini diberi Rp 100′ ribu setiap minggu. Kadang diberi bantuan sama bu camat dan tetangga,” beber Alfiyah.

Diketahui, Pelaku W melakukan persetubuhan kepada korban pada 3 April 2021 di sebuah gubuk tengah sawah. Tersangka W melakukan persetubuhan kepada korban lalu korban diberi uang Rp 20 ribu

Sementara tersangka P melakukannya di sebuah rumah kosong ketika korban melintas depan rumah tersangka setelah bermain dengan temannya pada 11 April 2021. Sementara P hanya mencabuli korban sebanyak dua kali di rumah kosong kemudian memberikan uang Rp 50 ribu kepada korban.

 

Baca Juga :  Viral Vidio Truk Terguling di Galian C Mojokerto, Begini Nasib Pengemudinya

 

Pewarta: Hermansyah 
Editor: Ubaidhillah 

    Kanal Terkait