Virus Nipah Dan Potensi Ancaman Pandemi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Virus Nipah Dan Potensi Ancaman Pandemi
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Virus Nipah Dan Potensi Ancaman Pandemi

SATUKANAL.com, NASIONAL- Meski wabah Virus Corona belum usai, muncul ancaman penyakit lain yang disebabkan oleh Virus Nipah (NiV). Virus ini bisa menyebabkan penyakit parah dan kematian pada manusia dan tidak menutup kemungkinan juga bisa memunculkan pandemi.

Dilansir dari laman resmi WHO, Virus Nipah menginfeksi berbagai hewan. Infeksi virus ini adalah penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia dari hewan. Selain itu, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari orang ke orang.

Orang yang terinfeksi dapat menyebabkan berbagai penyakit dari infeksi asimtomatik (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis fatal. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak.

Virus nipah yang diduga berasal dari Malaysia antara 1998-1999 telah membuat kekhawatiran, sebab telah menyebar ke sejumlah negara seperti Singapura, Bangladesh dan India. Dalam catatan WHO, pada 1998 di Malaysia ada 265 kasus dan sebanyak 105 pasien dinyatakan meninggal dunia atau 40 persen kematian, dikutip dari jurnal “Nipah Virus Infection”.

Kemudian pada 2001, di Siliguri India ada 66 kasus dan 45 orang dinyatakan meninggal atau 68 persen kematian. pada Januari-Maret 2005 terdapat kematian hingga 92 persen di Tangail, Bangladesh. Sebanyak 11 dari 12 pasien meninggal disebut akibat terpapar virus nipah. Sedangkan pada April 2007, saat itu kasus menyebar di Nadia, India menimbulkan 5 kasus dan 5 pasien terinfeksi Virus Nipah itu diumumkan meninggal dunia atau 100 persen kematian.

Baca Juga :  Sering Terpapar Polusi Dan Asap Rokok? 5 Cara Membersihkan Paru-Paru Ini Perlu Dicoba

Berikut 5 hal yang perlu diketahui tentang virus nipah

1.Infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi

Kebanyakan infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit atau jaringan yang terkontaminasi. Penularannya diperkirakan terjadi melalui paparan sekresi babi yang tidak terlindungi.

2.Infeksi juga disebabkan dari konsumsi buah dan produk buah

Diketahui jika wabah yang  terjadi di India dan Bangladesh berasal dari konsumsi buah-buahan atau produk buah-buahan (seperti jus kurma mentah) yang telah terkontaminasi dengan urine atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi.

3.Terjadi penularan dari manusia ke manusia

Penularan virus nipah dari manusia ke manusia juga dilaporkan terjadi diantara keluarga dan perawat pasien yang terinfeksi.

4.Biasanya gejala muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus

Baca Juga :  Bingung Menghilangkan Bau Rokok Di rumah? Coba 5 cara Ini

Penyakit ini awalnya muncul dalam bentuk demam dan sakit kepala selama 3 sampai 14  hari.Hal lain yang terjadi yaitu sering kali tanda-tanda penyakit pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan dan kesulitan bernapas.

5.Ada efek samping pada orang yang selamat dari infeksi virus nipah

Efek samping jangka panjang pada orang yang selamat dari infeksi virus nipah yaitu adanya perubahan kepribadian termasuk kejang yang menetap.

Dilansir  dari kontan.co.id, di Indonesia, virus nipah di temukan di daerah  Sumatera Utara. Virus Nipah terdeteksi pada urin dan swab saliva kalong Pteropus vampyrus menggunakan RT- PCR, yang kemudian dikonfirmasi dengan sekuensing.

Temuan pertama tersebut menjadi bahan masukan bagi kebijakan peternakan di Indonesia mengingat Sumatera Utara berbatasan dengan Malaysia. Untuk selanjutnya, Deteksi virus Nipah pada Pteropus sp. juga akan dilakukan di Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara.

Leih lanjut, penelitian  untuk mendeteksi Virus Nipah pada reservoir host perlu dilakukan, terutama di daerah perbatasan Malaysia. Hingga kini, para ahli dan peneliti berusaha untuk menekan virus nipah (NiV) agar tak menjadi pandemi berikutnya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait