Viral! Surat Palsu Tes Covid-19 Dijual. Begini Tanggapan Satgas - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Viral! Surat Palsu Tes Covid-19 Dijual. Begini Tanggapan Satgas
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Viral! Surat Palsu Tes Covid-19 Dijual. Begini Tanggapan Satgas

SATUKANAL.com, NASIONAL– Belakangan, warganet dihebohkan dengan unggahan dokter Tirta soal akun yang menjual surat lulus tes covid-19 palsu.

Dalam unggahannya Rabu (30/12/2020), dokter Tirta mengungkapka  adanya akun media sosial yang menjual surat palsu tes swab. Ia menyesalkan adanya pihak  yang menjual surat palsu tes covid-19 tersebut dan meminta evaluasi kebijakan terkait kebardaan surat palsu tes swab itu.

Menanggapi  hal tersebut, Satgas covid-19 yang telah menerima informasi ini meminta aparat untuk turun tangan.

Doni Manardo selaku Ketua Satgas Penanganan covid-19 mengatakan bahwa perihal itu sudah menindaklanjuti  adanya praktik jual beli surat tes corona palsu itu ke aparat penegak hukum. Ia menyebut jika penjualan  surat palsu itu membahayakan semua pihak.

“Iya. Saya sudah teruskan info tersebut ke aparat penegak hukum,” kata Doni dihubungi terpisah. Pemalsuan tersebut bila terbukti dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” imbuh Doni.

Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan penjualan surat tes COVID-19 palsu itu sangat berbahaya. Padahal, kata Wiku, aturan tes COVID-19 sudah diatur secara nasional.

Baca Juga :  Tips Cara Simpan Masker Pengganti 'Strap' Masker Yang Katanya Berisiko

Sebelum adanya jual-beli surat palsu tes covid-19 itu, Wiku mengatakan sudah ada sejumlah pelanggaran yang ditemukan di tengah masyarakat. Menurutnya, aparat penegak hukum menindak pelanggaran itu.

“Terdapat beberapa pelanggaran yang telah terjaring dan aparat penegak hukum secara tanggap menindak berdasarkan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Wiku juga menyampaikan bahwa di masa kedaruratan kesehatan masyarakat ini tindakan seperti ini akan sangat berbahaya karena pada prinsipnya aturan-aturan yang telah ditetapkan khususnya terkait testing berguna untuk melindungi masyarakat dari transmisi covid-19. Sehingga menurutnya, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menaati kebijakan yang telah dibuat.

Beberapa waktu lalu, warganet juga sempat dihebohkan dengan pemalsuan surat tes covid-19 yang pernah terjadi  di Surabaya, Jawa Timur.

Praktik jual beli surat hasil rapid test palsu terjadi kepada calon penumpang kapal laut antar pulau muncul di Surabaya, Jawa Timur. Dengan membayar Rp 100.000, seseorang bisa mendapatkan surat keterangan rapid test dengan hasil non reaktif tanpa harus melakukan tes. Surat rapid test tersebut diperlukan sebagai syarat pembelian tiket untuk keberangkatan.

Baca Juga :  6 Hal Yang Perlu Diketahui Soal Kebijakan Cuti Bersama di Tahun 2021

Dilansir dari kompas.com, dikatakan jika praktik culas tersebut dilakukan komplotan yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Para pelaku yang terdiri dari pemilik agen travel, calo, dan pegawai puskesmas sekitar pelabuhan telah memalsukan tanda tangan dokter, stempel dan menggandakan surat.

Fenomena ini tentu saja membuat sejumlah ahli memberikan komentarnya, Seperti halnya dengan Epidemiolog Dicky Budiman yang mengatakan  bahwa dengan hasil tes palsu maka jelas dapat meningkatkan potensi penularan virus corona.

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran kemungkkinan orang-orang tersebut sudah terinfeksi virus corona dan akibatnya penularan akan terjadi semakin luas.

“Pemalsuan hasil tes ini harus ditindak tegas. Pemerintah harus memastikan siapa yang memberikan layanan, jenisnya apa, bentuk suratnya seperti apa. Pemerintah juga harus meregulasi pihak yang berwenang dan berhak melakukan uji tes Covid-19, sehingga tidak hanya mengatur harga tes-nya saja,” ujarnya menegaskan.

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait