Viral Pasien Corona Ditolak Rumah Sakit, Jubir Kemenkes Beber Fakta Mengejutkan di Video Deddy Corbuzier | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pasien Dalam Pengawasan
Jubir Kemenkes Achmad Yurianto di kanal youtube Deddy Corbuzier. (Foto: istimewa)
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Viral Pasien Corona Ditolak Rumah Sakit, Jubir Kemenkes Beber Fakta Mengejutkan di Video Deddy Corbuzier

Satukanal – Media sosial diramaikan dengan video yang diunggah oleh seorang perempuan yang mengaku dirinya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.

Yang menyebabkan video itu viral, lantaran pernyataan perempuan yang menyebut ia dilepas begitu saja oleh sebuah rumah sakit yang kemudian diketahui sebagai RS Mitra Keluarga Bekasi.

Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik itu, perempuan berambut pendek itu mengaku disarankan ke empat rumah sakit besar, tanpa pengawasan.

Namun, ia mengkhawatirkan dirinya yang berpotensi menularkan virus corona ke orang lain.

“Artinya, artinya ya, kalau aku males lanjut ke rumah sakit besar yang ditunjuk itu, aku (cuma) balik ke rumah terus aku berhubungan dengan (misalnya) tetangga kanan-kiri dan I’m fine, aku merasa fine tapi ternyata aku positif, itu nggak kebayang dampaknya kaya apa,” kata perempuan itu dalam videonya.

Di video itu pula, perempuan yang mengenakan masker itu tampak membandingkan perlakuan yang diterimanya dengan negara lain.

“Kategori PDP itu, kalau di luar negeri nggak bisa kita berkeliaran sendiri. (Itu) sudah pasti ditarik, diisolasi, dengan gejala-gejala yang sudah pasti. Negatif atau positifnya adalah urusan belakangan. Tapi bahwa orang PDP itu tidak boleh berkeliaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sabet Dua Penghargaan, Inovasi Pemerintah Kota Mojokerto Patut Diapresiasi

Sementara di Indonesia, ia bahkan diperbolehkan pergi ke rumah sakit sendiri dengan mengendarai taksi.

“Cari taksi nggak papa, nggak ada ambulance, nggak ada pengantaran, pokoknya nanti ada rumah sakit besar, hanya di rumah sakit itu aja yang bisa melakukan. What’s wrong kalau aku males, terus aku tiba-tiba cuma mau tidur di rumah, ternyata aku positif, kaya apa? Asli, ngeri deh,” ujarnya.

Lihat video lengkapnya di sini

Menanggapi video ini, Youtuber Deddy Corbuzier mengunggah video tersebut dalam kanal Youtube miliknya, Selasa (17/3/2020).

Di video tersebut, Deddy menghadirkan langsung juru bicara Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto.

Yuri, mengaku sudah mengetahui duduk permasalahan tersebut.

“Dia adalah pasien yang diyakini PDP. ‘Ini kayaknya terinfeksi nih’. Artinya dia PDP,” tutur Yuri saat wawancara dan ditayangkan di akun Youtube Deddy Corbuzier.

Sayangnya, seperti yang disebutkan dalam video singkat perempuan PDP tersebut, pihak RS Mitra Keluarga tidak memberikan pengawasan kepadanya.

Langkah ini dianggap keliru oleh Yuri.

Baca Juga :  Terminal Madyopuro Juara 2 Terminal Sehat Tipe C, Walikota Malang Berikan Apresiasi Dan Harapannya

Menurut keterangan Yuri, rumah sakit tersebut yang harusnya meminta spesimen pasien untuk diperiksa.

“Itu mekanismenya seperti itu. Tapi sebenarnya kalau kita lihat adalah ya kalau memang (rumah sakit lain) akan diyakinkan, rumah sakit lah itu yang sebenarnya kemudian yang meminta spesimen (pasien) untuk diperiksa,” kata Yuri.

Fakta lain yang dikemukakan Yuri membuat Deddy terkaget-kaget. Sebab, menurut Yuri, beberapa rumah sakit ingin menjaga citranya.

“Kita sadari betul bahwa beberapa rumah sakit, dia ingin jaga citranya jangan sampai ketahuan bahwa mereka sedang merawat pasien COVID-19. Kalau ketahuan, pasien lain nanti nggak mau dateng. this is business. Itu yang terjadi,” tutur Yuri.

Hal itu yang mendorong Kemenkes sejak awal tak mau menyebut nama rumah sakit.

Soal yang dilakukan RS Mitra Keluarga, Yuri menyebut hal itu menyebut hal itu melanggar hukum.

“Ya melanggar. Bolehlah dia tolak pasien dengan reasoning yang jelas. Menolak pasien dengan rujukan yang jelas. Tapi bukan kayak pasar, silakan cari sendiri, kami nggak mau nerima,” tutur Yuri.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

Kanal Terkait