Viral Aksi Kekerasan Anak Digantung dengan Kepala Terbalik, Ternyata? | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Viral Aksi Kekerasan Anak Digantung dengan Kepala Terbalik, Ternyata?

Di media sosial Facebook dan grup WhatsApp, ramai beredar sebuah video yang menampakkan seorang laki-laki tengah melakukan perbuatan yang tak manusiawi terhadap seorang anak kecil.

Anak kecil yang diperkirakan berusia tiga hingga empat tahun tersebut digantung di jendela dengan posisi kepala berada di bawah. Sementara, kaki si bocah diikat pada teralis jendela yang ada di dalam sebuah kamar.

Belum cukup, tindakan pria yang diduga merupakan ayah si anak, lantas kembali melakukan aksi keji dengan memukul atau menampar wajah dari anak tersebut.

Tak pelak, dua kali pukulan dan tamparan dari pria yang hanya mengenakan celana pendek tersebut membuat anak yang tergantung itu kemudian menangis keras menahan sakit.

Di sela itu, sempat terjadi pembicaraan laki-laki tersebut kepada anak yang digantung terbalik. Namun tak jelas apa maksud pembicaraan yang terdengar bukan menggunakan bahasa Indonesia.

Di situ, aksi keji terhadap anak kecil yang tergantung dengan kepala di bawah terus berlanjut. Tamparan pada wajah anak kecil itu juga terus dilakukan. Bahkan setelah tamparan pria tersebut berganti menghujani anak tersebut dengan pukulan pada perut, paha serta sekitar kemaluan.

Ditelusuri lebih lanjut mengenai asal muasal video yang viral tersebut, ternyata bukanlah terjadi di Indonesia. Video kekerasan tersebut merupakan video lama yang kembali viral setelah terdapat oknum yang kembali mempostingnya di media sosial.

Video tersebut terjadi pada Desember 2018. Pria yang terekam dalam video kekerasan itu berasal dari Manila, Filiphina. Saat memukuli anaknya, pria itu ternyata berbicara dengan bahasa Tagalog, yang merupakan bahasa Filipina.

Dilansir dari tabloidbintangdotcom, jika memang benar kejadian tersebut terjadi di Manila, Filipina. Aksi kekerasan terhadap anak tersebut diduga dilatari karena kemarahan pria dalam video terhadap ibu dari anak tersebut.

Pasalnya, dalam pembicaraan terdengar sesuatu perkataan yang menyangkut ibu anak tersebut. Diduga, aksi penganiayaan memang terjadi akibat pertengkaran dengan sang ibu.

Kemudian dilansir dari detikdotcom, pria yang berprofesi sebagai sopir tersebut, bernama Myraflor Flores Basbas, warga Filipina dan telah ditangkap polisi pada 27 Desember 2018 usai aksinya pada 18 Desember 2018. Aksi kekerasan memang benar dilatari pertengkaran dengan ibu anak tersebut.

“Banyak sekali masyarakat mengadu ke KPAI terkait beredarnya video tersebut. KPAI secara cepat bekerja sama dengan Tim Siber Polda Metro Jaya untuk mendalami beredarnya video dimaksud. Hasil pendalaman yang dilakukan Tim Siber Polda Metro Jaya, kejadian tersebut bukan di Indonesia tetapi di Filipina,” kata Susanto Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (29/12/2018).

Sementara itu, beberapa kalangan masyarakat yang melihat video tersebut dan mengira kejadian terjadi di Indonesia, merasa geram dengan apa yang dilakukan terhadap anak kecil itu.

“Nggak pantas dan nggak manusiawi seorang ayah berbuat seperti itu, untungnya bukan disini, tapi di meskipun bukan disini, aksi seperti itu kejam, harus dihukum. Anak merupakan titipan tuhan, harus disayangi dan dirawat dengan baik,” jelas Deni, salah satu warga Kota Malang yang sempat melihat video kekerasan terhadap anak.

Kanal Terkait