Vigur Organik Berhasil Tingkatkan Perekonomian Warga Melalui Inovasi Pengelolaan Tanaman Organik - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Vigur Organik Berhasil Tingkatkan Perekonomian Warga Melalui Inovasi Pengelolaan Tanaman Organik
Pengelolaan tanaman organik oleh warga Cemorokandang (Foto: Dok. Titiek Widayati)
ADV

Vigur Organik Berhasil Tingkatkan Perekonomian Warga Melalui Inovasi Pengelolaan Tanaman Organik

Satukanal.com, Malang– Kelompok Wanita Tani (KWT) Vigur Organik berhasil membantu meningkatkan perekonomian warga Cemorokandang dengan berinovasi melalui pengelolaan dan pemanfaatan tanaman-tanaman organik.

Terciptanya Kelompok Wanita (KWT) Tani Vigur Organik ini bermula dari rasa penasaran Titiek Widayati terhadap rahasia nenek buyutnya yang masih terlihat segar meskipun telah berusia lebih dari 100 tahun. Usut punya usut, ternyata hal tersebut disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh nenek buyutnya sedikit sekali terkontaminasi oleh bahan kimia.

Alhasil, untuk mewujudkan keinginan hidup sehat tersebut, Titiek bersama tetangga-tetangganya membentuk KWT Vigur Asri dengan berbekal ilmu pertanian seadanya. Usahanya ini ternyata berjalan mulus dan membuah hasil.

Sayuran Organik dari KWT Vigur Organik (Foto: Dok. Titiek Widayati)

Ia bersama Vigur Asri besutannya berhasil terpilih untuk memperoleh penghargaan Petani Berprestasi pada tahun 2008 dengan hadiah 20 juta rupiah.

“Kami diminta oleh Dinas Pertanian Kota Malang membentuk kelompok baru, akhirnya saya mundur dari Vigur Asri, mendirikan kelompok Vigur Organik dan untuk lansia. Sayangnya belum sempat mendirikan untuk lansia, dari dinas yang handle sudah dimutasi sehingga yang berjalan hanya Vigur Organik,” tutur Titiek ketika dijumpai di Sekretariat Vigur Organik pada Selasa (23/11/2021).

Baca Juga :  Penderita HIV/AIDS di Kota Malang Menurun Selama Pandemi 2021

Titiek pun perlahan merintis usahanya bersama Vigur Organik. Hingga akhirnya pada tahun 2011, mereka mampu memperoleh Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga bisa merambah pemasaran yang lebih luas.

Tak berhenti disitu saja, selain bertani tanaman organik di pekarangan rumah dengan lahan seadanya. Mereka juga mengembangkan bumbu tanpa bahan pengawet yang bisa bertahan satu tahun.

Bahkan, usahanya juga semakin berkembang. Setelah melakukan observasi selama dua tahun, terciptalah kecap organik mulai dari kecap manis, asin, pedas hingga kecap untuk anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Satu Korban Hilang Akibat Banjir Bandang di Kota Batu Ditemukan
Titiek Widayati bersama Kecap Organik Inovasi KWT Vigur Organik (Foto: Lutfia/ Satukanal.com)

Menurut Titiek, semangatnya untuk terus berinovasi tersebut lantaran untuk para anggotanya supaya mendapatkan penghasilan tambahan. Apabila nantinya ternyata mereka mengalami gagal panen, setidaknya masih ada produk olahan yang dapat mereka jual.

Lebih lanjut, ia menceritakan, para anggotanya juga mendapatkan beberapa fasilitas seperti liburan gratis serta pembagian SHU dari keuntungan yang disesuaikan dengan jumlah setor sayuran oleh masing-masing anggota selama satu tahun.

Sampai saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Vigur Organik telah berhasil membantu masyarakat Cemorokandang menemukan kemampuan dan kemandirian ekonomi mereka.

Sayuran dari hasil panen mereka pun telah dipasarkan ke berbagai tempat seperti Batavia Resto, Sidoarjo serta kepada para konsumen secara langsung. Begitu halnya dengan inovasi bumbu tanpa bahan pengawetnya serta kecap organiknya. (Adv)

 

 

Pewarta : Lutfia
Editor : Adinda

Kanal Terkait