SATUKANAL.COM
BERITA

Ustaz Adi Hidayat Beri Hadiah Umroh Gratis untuk Ayah yang Mewakili Almarhumah Anaknya Wisuda

Berita mengenai seorang ayah yang menghadiri wisuda anaknya yang telah meninggal sampai ke telinga penceramah kondang tanah air Ustaz Adi Hidayat.

Di sela ceramahnya, Adi menyatakan bahwa ia akan menghadiahkan umroh gratis kepada sosok ayah yang diketahui bernama Bukhari tersebut.

“Tolong sampaikan, kami berikan berita gembira, insya Allah kepada orang tua mulia ini kami hadiahkan insya Allah ibadah umroh, untuk ayahnya yang hebat itu, yang telah menyiapkan dirinya yang menginspirasi pelajar-pelajar, khususnya di Indonesia,” tandasnya.

Lebih lanjut Adi menyatakan bahwa begitulah ayah yang hebat. Yakni yang mengerjakan segala sesuatunya dengan niat karena Allah dan menerima apapun hasilnya secara ikhlas.

“Demikianlah ayah yang hebat. Dia tidak berpikir apakah anaknya kemudian muncul menjadi apapun. Tapi dia ikhlaskan seperti apa yang Allah ridhoi. Belum tentu apa yang anda kerjakan Anda bisa mendapatkan hasil seperti yang Anda harapkan. Tapi Anda kerjakan saat ini niatkan karena Allah, maka segala sesuatu Allah akan tuliskan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” paparnya.

https://www.instagram.com/p/BubevlkhLla/?utm_source=ig_share_sheet&Berita mengenai seorang ayah yang menghadiri wisuda anaknya yang telah meninggal sampai ke telinga penceramah kondang tanah air Ustaz Adi Hidayat.

Di sela ceramahnya, Adi menyatakan bahwa ia akan menghadiahkan umroh gratis kepada sosok ayah yang diketahui bernama Bukhari tersebut.

“Tolong sampaikan, kami berikan berita gembira, insya Allah kepada orang tua mulia ini kami hadiahkan insya Allah ibadah umroh, untuk ayahnya yang hebat itu, yang telah menyiapkan dirinya yang menginspirasi pelajar-pelajar, khususnya di Indonesia,” tandasnya.

Lebih lanjut Adi menyatakan bahwa begitulah ayah yang hebat. Yakni yang mengerjakan segala sesuatunya dengan niat karena Allah dan menerima apapun hasilnya secara ikhlas.

“Demikianlah ayah yang hebat. Dia tidak berpikir apakah anaknya kemudian muncul menjadi apapun. Tapi dia ikhlaskan seperti apa yang Allah ridhoi. Belum tentu apa yang anda kerjakan Anda bisa mendapatkan hasil seperti yang Anda harapkan. Tapi Anda kerjakan saat ini niatkan karena Allah, maka segala sesuatu Allah akan tuliskan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” paparnya.

Untuk diketahui, sang anak yang diwakilkan wisudanya oleh ayahnya yang tidak bisa menghadiri wisuda lantaran lebih dulu dipanggil Rahmatullah, merupakan seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN ArRaniry, Aceh. Namanya Rina Muharrami (22 tahun).

Rina menyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019.

Dari informasi yang dihimpun kami, beberapa hari kemudian yakni tanggal 5 Februari, Rina sang sarjana muda berpulang ke Rahmatullah karena sakit.

Saat proses wisuda, sang ayah lah yang mewakilinya anaknya sebagai sarjana dan menyalami sang rektor.

Dalam video akun Instagram UIN ArRaniry @uin_arraniry_official, terlihat ayah Rina berbaris menunggu gilirannya untuk menerima tanda ijazah dari rektor.

View this post on Instagram

Ayah, anakmu wisuda.. • Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua. Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019, beberap hari kemudian tanggal 5 februari rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit. Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua. Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmati kebahagiaan. Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana. • ————– • Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain. ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak. Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu. Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana. Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah: Ayah, anakmu wisuda… • ——— • Alfatihah untuk rina #uin #wisuda #sarjanamuda #uinar #uinarraniry @kabaraceh @acehinfo @infobandaaceh @kampusuinid

A post shared by UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (@uin_arraniry_official) on

Mimik wajah ayah Rina pada saat itu terlihat sendu. Ia memakai kemeja abu-abu dengan peci berwarna hitam.

Ia kemudian menerima tanda lulus dari rektor UIN ArRaniry.

Proses itu cukup lama jika dibanding wisudawan lainnya.

Sang ayah terlihat mengangguk-angguk mendengarkan rektor.

Saat momen itu berlangsung, seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening, disusul kemudian suara applus untuk sang bapak dari para hadirin.

Keduanya lantas bersalaman dan rektor UIN ArRaniry memeluk ayah Rina, kemudian mencium pipi kanan dan kiri. Begitu juga disusul dengan para senat yang lain.amp;igshid=pu9mortr79k8

Untuk diketahui, sang anak yang diwakilkan wisudanya oleh ayahnya yang tidak bisa menghadiri wisuda lantaran lebih dulu dipanggil Rahmatullah, merupakan seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN ArRaniry, Aceh. Namanya Rina Muharrami (22 tahun).

Rina menyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019.

Dari informasi yang dihimpun kami, beberapa hari kemudian yakni tanggal 5 Februari, Rina sang sarjana muda berpulang ke Rahmatullah karena sakit.

Saat proses wisuda, sang ayah lah yang mewakilinya anaknya sebagai sarjana dan menyalami sang rektor.

Dalam video akun Instagram UIN ArRaniry @uin_arraniry_official, terlihat ayah Rina berbaris menunggu gilirannya untuk menerima tanda ijazah dari rektor.

View this post on Instagram

Ayah, anakmu wisuda.. • Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua. Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019, beberap hari kemudian tanggal 5 februari rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit. Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua. Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmati kebahagiaan. Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana. • ————– • Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain. ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak. Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu. Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana. Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah: Ayah, anakmu wisuda… • ——— • Alfatihah untuk rina #uin #wisuda #sarjanamuda #uinar #uinarraniry @kabaraceh @acehinfo @infobandaaceh @kampusuinid

A post shared by UIN AR-RANIRY BANDA ACEH (@uin_arraniry_official) on

Mimik wajah ayah Rina pada saat itu terlihat sendu. Ia memakai kemeja abu-abu dengan peci berwarna hitam.

Ia kemudian menerima tanda lulus dari rektor UIN ArRaniry.

Proses itu cukup lama jika dibanding wisudawan lainnya.

Sang ayah terlihat mengangguk-angguk mendengarkan rektor.

Saat momen itu berlangsung, seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening, disusul kemudian suara applus untuk sang bapak dari para hadirin.

Keduanya lantas bersalaman dan rektor UIN ArRaniry memeluk ayah Rina, kemudian mencium pipi kanan dan kiri. Begitu juga disusul dengan para senat yang lain.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Kanal Terkait