Usai Larangan Mudik, Pengetatan Perjalanan Masih Berlaku. Simak Aturannya! - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Usai Larangan Mudik, Pengetatan Perjalanan Masih Berlaku. Simak Aturannya!
BERITA Kanal Highlight

Usai Larangan Mudik, Pengetatan Perjalanan Masih Berlaku. Simak Aturannya!

Satukanal.com, Nasional– Usai kebijakan larangan mudik yang berlangsung sejak 6 Mei 2021, aturan terkait pengetatan perjalanan akan kembali berlaku pada 18 hingga 24 Mei 2021. Hal ini sesuai dengan Adendum Surat Edaran Satuan Tugas Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Dalam adendum tersebut diatur perihal Peniadaan Mudik Hari Raya idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Ramadhan 1442 H. Sedangkan  perjalanan dalam negeri juga diperketat selama H-14 dan H-7 peniadaan mudi lebaran.

Lantas, aturan tersebut berlaku untuk siapa sajakah? Pengetatan perjalanan ini berlaku bagi seluruh masyarakat yang menempuh perjalanan darat, udara dan laut. Setiap perjalanan baik itu secara darat, udara maupun laut memiliii aturan yang berbeda.

Pelaku Perjalanan Darat

Bagi pelaku perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi wajib melakukan tes Covid-19 selama masa pengetatan perjalanan. Tes Covid-19 yang dimaksudkan bisa berupa tes antigen, PCR maupun GeNose yang dilakukan dalam waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan. Bahkan tes Covid-19 seara acak pun juga telah disiapkan oleh petugas Satgas Covi-19 di lokasi-lakosi hetrtentu.

Baca Juga :  Video Viral Pecel Lele Harga Nuthuk, Begini Aturan Sebenarnya!

Kemudian, untuk mereka yang menempuh perjalanan kereta api antarkota wajib menunukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen yang diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Pilihan lainnya yakni dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19.

Sementara itu, anak-anak di bawah 5 tahun tak diwajibkan melakukan tes baik RT-PCR atau rapid antigen atau tes GeNose sebagai syarat perjalanan. Jika hasil tes menunjukkan neatif namun bergejala, maka mereka tidak diperbolehkan untuk emlanjutkan perjalanan. Mereka juga diwajibkan melakukan tes diagnostik Rt-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Selain itu, pelaku perjalanan darat juga diimbau untuk mengisi e-HAC Indonesia. Terkait perjalanan pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perktan juga tidak diwajibkan membawa surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/ tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Pemerintah Daerah Segera Selesaikan Jalur Evakuasi di Pesisir Jawa  

Pelaku Perjalanan Udara

Untuk pelaku perjalanan dengan menggunakan transportas udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil tes negatif RT-PCR/rapid test antigen yang diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan atau menunjukkan hasil negatif tes GeNose c19 di Bandara sebagai syarat perjalanan. Meski begitu, anak-anak di bawah 5 tahun tidak wajib melakukan tes Covid-19.

Pelaku Perjalanan Laut

Surat keterangan hasil negatif tes Covid-19 baik Rapid Test antigen ataupun PCR juga wajib ditunjukkan oleh pelaku perjalanan transportasi laut. Tes tersebut harus dilakukan maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Sama seperti pelaku perjalanan darat, pelaku perjalanan dengan transportasi laut juga harus mengisi e-Hac Indonesia. Namun, khusus perjalanan rutin denga moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan atau kabupaten atau provins tidak diwajibkan menunjukkan surat ahsil tes Covid-19.

 

 

 

Pewarta : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait