Usai Dipanggil Kominfo, WhatsApp Buat Status Soal Aturan Data Pengguna - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Usai Dipanggil Kominfo, WhatsApp Buat Status Soal Aturan Data Pengguna
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Usai Dipanggil Kominfo, WhatsApp Buat Status Soal Aturan Data Pengguna

SATUKANAL.com, NASIONALWhatsApp buat status yang dapat dilihat oleh seluruh pengguna di aplikasi pada pagi tadi (29/01/2021). Status ini memuat tentang fitur, aturan dan informasi lainnya. Pemberitahuan ini muncul setelah WhatsApp dipanggil oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) soal kebijakan penggunaan data pengguna.

Pada Asia Pacific Region tiga pekan lalu (11/01/2021), Menteri Kominfo Johnny Plate meminta WhatApp dan Facebook untuk melakukan dua hal yaitu pertama, mendorong perusahaan menjawab dan memberikan penjelasan  kepada masyarakat Indonesia mengenai kebijakan baru penggunaan data pengguna. WhatsApp diminta menyampaikan aturan anyar itu secara lengkap, transparan, jelas, mudah dipahami dan dapat diakses oleh publik.

Kedua, mendorong keduanya untuk meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan. Terutama, regulasi yang mengatur tentang perlindungan data pribadi di Indonesia.

Kemudian, WhatsApp menjelaskan hal tersebut melalui status. “WhatsApp sekarang membagikan informasi di status. Di sini, Anda dapat mengetahui informasi dan fitur baru,” demikian isi status itu, Jumat (29/1/2021).

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu juga menegaskan bahwa WhatsApp tidak dapat membaca atau mendengarkan percakapan pribadi pengguna. Ini karena chat terenkripsi secara end to end. “Nantikan informasi terbaru lainnya dari kami,”  Dan “Satu hal yang tidak baru adalah komitmen kami terhadap privasi Anda.” kata WhatsApp dalam status.

Sebelumnya, pada awal 2021  kemarin, WhatsApp membuat kebijakan baru terkait penggunaan data. Salah satunya yaitu WhatsApp yang berbagi data pengguna kepada induknya, Facebook. Rencana awal WhatsApp, kebijakan tersebut akan diterapkan pada awal Februari (8/02/2021). Namun kemudian, penerapannya diundur menjadi Mei (15/2/2021).

Baca Juga :  Makan Sahur Saat Imsak Berkumandang, Bolehkah?

Meski WhatsApp telah menjelaskan jika kebijakan berbagi data tersebut hanya digunakan untuk WhatsApp bisnis. Dan percakapan antar pengguna maupun grup tetap bersifat pribadi. Nampaknya, pengguna masih tetap khawatir dengan kebijakan baru yang dibuat WhatsApp.

App Annie, salah satu perusahaan riset menyebut jika WhatsApp kehilangan jutaan pengguna ada awal tahun. Hal serupa juga terjadi di Ingrris. Peringkat aplikasi ini melorot dari urutan pertama yang paling banyak diunduh menjadi kedelapan. Bahkan platform Signal menjadi aplikasi yang banyak di download pada 9 Januari ini.

Sementara itu, survei LocalCircles menunjukkan bahwa 15% dari 8.977 pengguna tak lagi menggunakan WhatsApp pada awal tahun. Sedangkan 36% mengurangi penggunaan aplikasi di bawah naungan Facebook ini. Hanya 18% yang masih memakainya.

Lebih lanjut, Di Indonesia, data Sensor Tower menunjukkan bahwa jumlah unduhan WhatsApp per 21 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 mencapai 1,9 juta. Dua pekan setelahnya, angkanya turun 26% menjadi 1,4 juta.

Amir Ghodrati, Director of market insight App Annie menilai bahwa pengguna kecewa dengan kebijakan baru WhatsApp. Walaupun perusahaan menunda aturan anyar itu dari semula 8 Februari menjadi 15 Mei. Menurutnya, pengguna cenderung emnginginkan platform percakapan yang cenderung aman.

Baca Juga :  Kemenag Hanya Perbolehkan Tarawih Berjamaah di Daerah Zona Aman. Simak Aturannya!

“Kami melihat peningkatan permintaan aplikasi pesan terenkripsi dan yang berfokus pada privasi selama beberapa tahun terakhir,” ujar dia dikutip dari The Guardian, akhir pekan lalu(24/1).

Di tengah penurunan jumlah penggunanya, WhatsApp berfokus pada keamanan platform. Anak usaha Facebook itu menambahkan fitur otentikasi biometrik di situs web dan desktop. Fitur baru itu bertujuan meminimalkan kemungkinan orang lain menyinkronkan akun ke perangkat lain tanpa sepengetahuan pengguna. Ketika hal buruk itu terjadi, perusahaan akan memunculkan notifikasi di web dan desktop.

Dengan begitu, privasi pengguna WhatsApp tetap terjaga di semua perangkat, baik web, desktop maupun ponsel. “Kami memanfaatkan sistem operasi ponsel yang telah mendukung fitur otentikasi wajah atau sidik jari,” kata WhatsApp dilansir dari katadata.

Apabila ingin menyinkronkan akun versi ponsel dengan web atau desktop, pengguna akan diminta untuk melakukan otentikasi biometrik terlebih dahulu di ponsel. Kemudian, memindai kode QR. Opsi pengaturan untuk keluar dari semua perangkat di aplikasi poonsel juga dihadirkan oleh whatsApp. Hal ini emmbuat pengguna otomatis terlindungi oleh istem keamanan privasi.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

Sumber: https://sensortower.com/, https://katadata.co.id/, https://www.localcircles.com/a/, https://www.appannie.com/en/

Kanal Terkait