Update Gempa Banten: 1100 Rumah di Banten Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,6 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
gempa banten
Rumah warga Sumur, Kabupaten Pandeglang, rusak akibat gempa Banten, Jumat (14/1/2022) (Foto: Suara.com)Polisi]
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Update Gempa Banten: 1100 Rumah di Banten Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,6

Satukanal.com, Nasional– Gempa Banten mengakibatkan 1.100 rumah rusak. Sebanyak 214 di antaranya rusak berat, 269 rusak sedang, dan 617 rusak ringan.

Kerusakan yang ditimbulkan gempa Banten terjadi di 28 kecamatan dari 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, dengan 123 desa di 28 kecamatan itu yang terdampak.

Dampak gempa Banten terparah dialami warga di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

Hal tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menetapan Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Girgijiantoro menyampaikan, bahwa pihaknya sudah langsung menetapkan Tanggap Darurat Bencana.

Pasalnya, kata Dia, hal itu atas dasar kondisi dampak dari gempa yang mengakibatkan ribuan rumah rusak.

“Kemarin kami langsung tetapkan Tanggap Darurat Bencana, itu terhitung selama 14 hari. Ini ditetapkan, karena semula jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 263 rumah yang tersebar di 23 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang. Hal itu sudah memenuhi kriteria,” kata Girgi dikutip dari Suara.com, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga :  Jangan Panik Dulu! Begini Cara Mengeluarkan Duri Ikan Tersangkut di Tenggorokan

Lebih lanjut, disebutkan bahwa hingga saat ini hasil pendataan kerusakan rumah terus bertambah hingga mecapai 1.100 rumah. Puluhan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas hingga tempat ibadah pun tercatat mengalami kerusakan.

“Ada 1.100 rumah tercatat rusak terdiri dari rusak ringan 617 rumah, rusak sedang 269 rumah, dan rusak berat 214 rumah. Kalau fasilitas umum yakni, 14 puskesmas, 3 kantor desa, 3 sekolah, 4 masjid dan 1 tempat usaha,” paparnya.

Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden gempa bumi tersebut. Pihaknya sejauh ini belum mendapatkan laporan akan adanya masyarakat yang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi.

“Laporan tim kami setelah turun ke lapangan sementara korban jiwa nihil. Luka ringan ada dua orang warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cikeusik dan sudah ditangani oleh Puskesmas setempat,” ucapnya.

Meski demikian, Girgi turut menghimbau kepada seluruh masyarakat di Banten, khususnya di wilayah yang mendapatkan dampak dari gempa agar tidak panik. Namun, lanjut Girgi, tetap waspada dan berhati-hati.

Baca Juga :  6 Aplikasi Diet Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Dijamin Berhasil!

Sebelumnya, diketahui berdasarkan Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa Banten berkekuatan 6.7 magnitudo berada di 7.01 LS,105.26 BT 52 km Barat Daya Sumur, Pandeglang, Banten dengan kedalaman 10 KM.

Gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 16.07 WIB dan dirasakan di wilayah Provinsi Banten dan sekitarnya. Bahkan, getarannya terasa hingga Ibukota Jakarta.

Kasi Data dan Stasiun Meteorologi pada BMKG Serang Tarjono mengatakan gempa bumi magnitudo 6.7 SR dirasakan di wilayah Provinsi Banten tersebut tidak memiliki potensi terjadinya Tsunami.

“Warga Banten diminta tetap tenang dan tetap waspada,” ungkapnya.

Adapun beberapa wilayah yang terasa gempa bumi diantaranya, 52 km Barat Daya Sumur, 71 km Barat Daya Muara Binuangeun, 95 km Barat Daya Labuan, 141 km Barat Daya Serang dan 197 km Barat Daya Jakarta. (suara/adinda)

 

Kanal Terkait