Upaya Atasi Banjir, Pemkot Malang Terbitkan SE Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Upaya Atasi Banjir, Pemkot Malang Terbitkan SE Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Upaya Atasi Banjir, Pemkot Malang Terbitkan SE Larang Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Satukanal.com, Malang – Dalam upaya melakukan pengurangan sampah plastik sekali pakai di wilayah Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai melakukan larangan penggunaan plastik sekali pakai di semua wilayah.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No. 8 tahun 2021 tentang pengurangan sampah plastik yang ditandatangani Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (3/3/2021).

Berikut adalah beberapa point penting yang telah di rangkum Satukanal.com terkait dengan Surat Edaran (SE) No 8 tahun 2021 tentang pengurangan sampah plastik.

1. Masyarakat di himbau membawa wadah makanan atau minuman sendiri

Dalam Surat Edaran Pemkot Malang menjelaskan bahwa, para pembeli dihimbau agar membawa wadah makanan dan minuman sendiri dari rumah jika hendak membawa pulang makanan dan minuman atau take away.

2. Para pelaku usaha dan pengunjung dilarang menggunakan kemasan bahan plastik

Pada aturan yang berlaku sejak bulan Maret 2021 tersebut, dijelaskan bahwa para pengunjung restoran, kafe, warung, kantin, dan usaha sejenisnya tidak lagi diperkenankan untuk menggunakan pembungkus/kemasan/tutup dari bahan plastik.

“Pengelola restoran, kafe, warung, kantin dan usaha sejenisnya tidak boleh menyediakan wadah makanan dan minuman berbahan plastik sekali pakai bagi pengunjung, baik untuk makan di tempat maupun untuk pembelian take away,” Ungkap Sutiaji.

Sementara itu, pusat perbelanjaan, mal, toko modern dan pasar rakyat juga diminta untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan alternatif lain menggunakan bahan yang dapat didaur ulang untuk pelayanan customernya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Kemudahan Sewa Lapangan Hanya Dengan Aplikasi Simbah-e

3. Kebijakan berlaku untuk seluruh masyarakat Kota Malang

Kebijakan dari Pemkot Malang ini tak hanya untuk pelaku usaha, namun juga perhotelan, restoran, cafe, hingga instansi lembaga. Baik pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, perbankan, dan perkantoran lainnya, serta masyarakat Kota Malang.

Hal tersebut juga berlaku saat pengadaan kegiatan. Di mana pengelola usaha hingga instansi tidak diperkenankan menyediakan makanan dan minuman dengan wadah berbahan plastik sekali pakai.

“Kami imbau juga untuk tidak menggunakan wadah makanan dan minuman dalam botol dan gelas berbahan plastik sekali pakai untuk pelaksanaan rapat, koordinasi, sosialisasi, pelatihan maupun kegiatan sejenisnya,”Ujarnya.

4. Arahan membawa kantong belanja sendiri

Masyarakat Kota Malang juga diarahkan untuk membawa kantong belanja sendiri dari rumah, dikarenakan kantong plastik atau kresek, kerap kali langsung dibuang ketika tidak digunakan lagi. Ini berbeda dengan kantong belanja yang bisa tahan lama dan dipakai berulang kali, sehingga bisa menekan jumlah produksi sampah plastik.

Penggunaan kantong belanja juga menjadi langkah untuk membantu menghemat pengeluaran sehari-hari. Karena beberapa supermarket memiliki tarif tertentu setiap kali pembeli berbelanja menggunakan kantong plastik yang mereka sediakan.

Baca Juga :  Bantuan Korban Gempa Malang Siap Disalurkan

5. Alasan diterbitkannya SE No. 8 tahun 2021

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, aturan tersebut dibuat guna mengurangi sampah plastik sekaligus menanggulangi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan melanda di beberapa wilayah Kota Malang. Sebab, banyak drainase yang tersumbat, penyebab drainase itu tersumbat karena banyaknya sampah plastik yang ditemukan.

6. Sanksi bagi pelanggar

Lebih jauh, Sutiaji menyebut apabila sampai ditemukan pelanggaran maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menanggapi Surat Edaran tersebut, sejumlah pedagang daging di Pasar Klojen sempat merasa keberatan. Menurutnya, sebelum adanya pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai, harus ada solusi terlebih dahulu untuk pengganti kantong plastik ini.

Isnaini selaku salah satu pedagang di Pasar Klojen menyampaikan bahwa, “Sebenarnya sebagai pedagang kami mau saja mengikuti aturan pemerintah. Kami juga tahu dengan aturan pengurangan kantong plastik ini. Tetapi memang sampai sekarang masih sulit untuk mengganti kantong plastik,” Ujarnya.

Dirinya juga sudah mulai mengurangi penggunaan kantong plastik. Terutama untuk belanjaan bahan pokok yang kering. Sebagai pengganti, dirinya menyiapkan kertas bekas. Tetapi kantong plastik juga tetap disiapkan ketika pembeli meminta kantong tambahan untuk membawa belanjaan mereka.

 

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal 

Kanal Terkait