Upacara Kemerdekaan dengan Bahasa Isyarat, Wujud Nasionalisme Tuna Rungu Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Upacara Kemerdekaan dengan Bahasa Isyarat, Wujud Nasionalisme Tuna Rungu Kediri
Gerkatin Kabupaten dan Kota Kediri menggelar upacara memperingati kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-76. (Foto: Dokumentasi Gerkatin Jatim)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Upacara Kemerdekaan dengan Bahasa Isyarat, Wujud Nasionalisme Tuna Rungu Kediri

Satukanal.com, Kediri Komunitas tuna rungu menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-76. Upacara dilaksanakan di halaman Rumah Sahabat Tuli di Perumahan Harmoni Residence, Kranggan, Gurah, Kabupaten Kediri, Selasa (17/8/2021) pagi.

Upacara diikuti oleh 18 orang tuna rungu dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Kediri dan Kabupaten Kediri. Mereka berperan sebagai petugas sekaligus peserta upacara.

Pelaksanaan upacara sungguh unik. Karena, aktivitas upacara dilakukan tanpa suara. Mereka menggunakan bahasa isyarat. Seperti ketika Ahmad Naufalwi Rahmada Khoirudin, komandan upacara memberikan penghormatan, pada inspektur upacara Muhammad Syuhro Wahdi. Begitu juga saat hormat bendera. Isyarat komandan ini menjadi bahasa yang dipahami oleh peserta upacara yang serempak memberikan hormat.

Baca Juga :  Panen Hingga 15 Ton, Umbi Porang Dongkrak Penghasilan Petani Kabupaten Mojokerto

Begitu juga ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tanpa suara. Hanya dengan rangkaian gerakan tangan dipandu oleh Dewi Mutiaraning Ma’rifah, mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia itu. Pancasila juga dibacakan tanpa suara oleh Masriah.

Petugas upacara menggunakan bahasa isyarat. (foto: Dok Gerkatin Jatim)

Sinar matahari mulai menyengat, namun mereka bersemangat mengikuti upacara ini. Tiga pengibar bendera, Putri Setyo Purwitosari, Irfan Mahendra dan Dito Alifsyah membawa bendera, lantas mengikatkan ke bambu.

Maskurun, ketua Gerkatin Jawa Timur yang menggagas acara ini sangat bangga para tuna rungu bisa menyelenggarakan upacara ini. Dia memotivasi tuna rungu agar tetap cinta tanah air di masa pandemi.
“Saya ingin menumbuhkan jiwa cinta tanah air kepada pemuda/pemudi tuli dengan cara yang sederhana tapi penuh makna,” ujar Maskurun.

Baca Juga :  Wujudkan Herd Immunity, Pemkab Mojokerto Genjot Vaksinasi di Ponpes

 

Pewarta : Danu Sukendro

Kanal Terkait