Umat Tionghoa Kediri Siapkan Perayaan Tahun Baru 2572 Imlek, di Masa Pandemi - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Umat Tionghua Siapkan Perayaan Tahun Baru 2572 Imlek, di Masa Pandemi
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Umat Tionghoa Kediri Siapkan Perayaan Tahun Baru 2572 Imlek, di Masa Pandemi

Satukanal.com, Kediri – Umat Konghucu (Tionghoa) Kediri, melakukan persiapan perayaan tahun baru 2572 Imlek di Klenteng Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri.

Sekretariat Humas Klenteng Tri Dharma Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Halim Prayoga, mengatakan ada beberapa tahapan yang perlu dilaksanakan sebelum dilakukan pembukaan tahun 2572 Imlek. Seiring dengan adanya pandemi Covid-19, pihaknya juga melakukan pembatasan tempat peribadatan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Sebelum pandemi, orang beribadah seperti tahun lalu lebih banyak, sebanyak 50 sampai 100 orang. Tapi saa ini kita batasi, maksimal hanya 20 orang. Serta mematuhi protokol kesehatan,” kata Halim Prayoga, ke Satukanal.com, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga :  Perhatikan!! Potensi Banjir 5 Desa di Kabupaten Kediri

Dia juga mengungkapkan tahapan pertama yakni ritual sembahyang. Dilanjutkan mencuci patung dan membersihkan tempat ibadah. Dilajutkan puncak kegiatan yakni upacara penutupan tahun 2571 dan pembukaan tahun 2572 Imlek, pada tanggal 11 Februari mendatang.

Disebutkan kegiatan pembersihan patung dilakukan sebanyak lebih dari 100 buah patung peribadatan. Terutama tuan rumah dari Klenteng Tri Darma patung Makcau, dilanjutkan Dewi Kuan In, Budha, Konghucu, Tau, dan lain sebagainya.

“Doa dan harapan memasuki tahun baru 2572 Imlek dipanjatkan. Terutama supaya pandemi Covid-19 cepat berakhir dan kembali seperti semula,” terangnya.

Baca Juga :  5 Hal Yang Wajib Diketahui Saat Memberi Angpao Imlek

Dalam bencana pandemi Covid-19, dirinya berpesan agar seluruh jemaat merenungkan kebiasaan buruk dan instrospeksi diri. Disebutkan jemaat banyak diberbagai daerah karisidenan Kediri, serta dihimbau untuk supaya tetap bisa berdoa dirumah masing-masing.

“Jamaah berjumlah ratusan, bahkan ribuan bukan hanya berada dari kota Kediri. Ada yang dari Pare, Ngadiluwih, juga se-Karisidenan Kediri. Kita batasi untuk yang dari luar kota, kita himbau supaya tetap bisa berdoa dirumah,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait