Tweet Pengasuh PP Lirboyo: Jihat Revolusi Kelakuan Orang Nganggur, Provokator - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tweet Pengasuh PP Lirboyo: Jihat Revolusi Kelakuan Orang Nganggur, Provokator
STRAIGHT NEWS

Tweet Pengasuh PP Lirboyo: Jihat Revolusi Kelakuan Orang Nganggur, Provokator

SATUKANAL.com, KEDIRI– Pengasuh PP Lirboyo, KH.M. Said Ridlwan, turut berkomentar terkait ramainya narasi jihat yang mencuat dikalangan publik nasional, dibeberapa pekan terakhir.

Komentar yang diunggah pada halaman Twitter Hubbul Wathon Minal Iman, KH.M. Said Ridlwan pada waktu lalu. Menurutnya pengertian persepsi jihad saat sekarang ini, ialah pembangunan. Bukan lagi tentang peperangan.

“Negara kalau sudah merdeka, bukan jihad perang lagi, tapi pembangunan. Negara kalau sudah ada undang-undang bukan lagi revolusi yang digelorakan, tapi ketertiban,” ucap KH. M. Said Ridlwan sebagaimana diunggah di laman Twitter Hubbul Wathon Minal Iman.

Dalam laman Twitter tersebut, dirinya menegaskan untuk meluruskan pengertian terkait jihad yang saat ini menjadi pusat perhatian kasus hukum. Berkaitan kasus hukum Johar tersebut, mencuat kasus HRS ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Mapolda Metro Jaya sejak Sabtu, 12 Desember 2020.

Baca Juga :  Sempat di Larang, Vaksinasi Perdana Ketua GP Anshor Kabupaten Kediri

Kasus pelanggaran protokol kesehatan dilakukan terkait hajatan di Petamburan pada 14 November 2020 sebelumnya. Ditahannya HRS kemudian memicu banyak reaksi dari para pengikutnya. Bahkan ada video seseorang yang mengancam akan memenggal kepala polisi jika berani memenjarakan HRS.

Selain itu, beberapa waktu yang lalu bahkan sempat viral video seorang muazin yang mengganti redaksi azan dari yang semula “Hayya ala al-shalat” menjadi “Hayya ala al-jihad”, yang disinyalir merupakan seruan untuk berjihad membela HRS yang lagi-lagi harus berurusan dengan hukum.

Baca Juga :  Kuliner Jadah 'Burger Deso Ala Keraton' Produksi Warga Semampir, Kota Kediri

Lebih lanjut, kiai muda itu juga menyentil orang-orang yang menyalahpahami jihad. Katanya, orang-orang tersebut tidak lebih adalah seorang pengangguran dan provokator.

“Jika masih ada yang ngajak jihad Revolusi, itu kelakuannya orang nganggur, Provokator,” terangnya.

Senada dengan beberapa kasus tersebut, KH.M. Said Ridlwan mendukung Polri-TNI dalam mendukung penegakan hukum terkait beberapa kasus pemahaman narasi jihat tersebut.

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait