SATUKANAL.COM
BPD Demo Kediri
Foto: Anggota BPD Melakukan Demo di Depan Kantor Kabupaten Kediri (Anis Firmansyah)
BERITA EKONOMI KABUPATEN KEDIRI STRAIGHT NEWS

Tuntut Kenaikan Gaji, Ratusan BPD se-Kediri Demo Depan Pemkab Kediri

SATUKANAL, KEDIRI – Ratusan Masa yang mengatasnamakan diri Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FK-BPD) Kabupaten Kediri menggelar aksi Demo di Sekitaran Jalan Soekarno Hatta Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Kamis (3/9/2020).

Mereka menuntut kesejahteraan gaji dan Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan kerja didepan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Ali Sofyan, Ketua FK BPD Kabupaten Kediri mengatakan, BPD demo Kabupaten Kediri karena saat ini gaji anggota BPD hanya 125.000. Hal ini dinyatakan tidak sepadan dengan resiko pekerjaan yang menangani pengelolaan keuangan desa tersebut.

Sofyan pun meminta kenaikan gaji minimal 875 Ribu Rupiah per orang.

“Berdasarkan studi banding teman-teman BPD baik itu dari Ngawi dan daerah lain, kebanyakan adalah 25% dari siltap (penghasilan tetap) Kepala Desa, yang dimana setiap desa mempunyai 9 anggota BPD,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Kediri Batasi Kedatangan Pendukung di Pendaftaran Bacabup

Selain kesejahteraan gaji, Sofyan juga menagih tindak lanjut Bimtek tentang tupoksi BPD sejak dilantik 17 September 2019.

“Intinya kita ingin kejelasan tentang Perda atau Perbub tenaga BPD di Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan para BPD tersebut, Slamet Sampurno, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa mengatakan, untuk hal tersebut pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan peserta aksi.

Dalam pertemuan tersebut menurutnya ada tiga hal yang sudah disepakati bersama.

“Yang pertama Akan segera membahas dan menetapkan Perda BPD. Kedua akan membahas aspirasi dari BPD minimal 20% untuk tunjangan dan kinerja BPD. Dan ketiga segera melaksanakan Bimtek dibulan Oktober,” katanya.

Baca Juga :  Dispendukcapil Kabupaten Kediri Targetkan 12.177 Penduduk Perekaman e-KTP Keliling

Ia juga mengungkapkan penyebab belum digelar Bimtek dikarenakan pandemi Covid-19.

“Karena pada pembahasan APBD kemarin ini sudah kita alokasikan untuk Bimtek BPD sudah di anggarkan dalam bulan Februari. Berhubung situasi pandemi sehingga kita tidak bisa mengumpulkan beberapa orang. Karena ditakutkan nanti ada penyebaran klaster covid-19, sehingga kita tunda dan akan laksanakan hanya beberapa orang. Maksimal 50 orang dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

    Kanal Terkait