Triple Mutation, Virus Covid-19 yang Disebut Tak Bisa Terdeteksi Tes PCR - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Triple Mutation, Virus Covid-19 yang Disebut Tak Bisa Terdeteksi Tes PCR
BERITA Kanal Highlight

Triple Mutation, Virus Covid-19 yang Disebut Tak Bisa Terdeteksi Tes PCR

Satukanal.com, Nasional – India kini kembali dihadapkan dengan ancaman Covid-19 dari varian Triple Mutation. Dokter meyakini bahwa kedua varian mutant bisa lolos dan tak terdeteksi oleh pemeriksaan tes RT-PCR.

Melansir pada laman Times Now News, Dr Chandra meyakini bahwa varian double mutant dan triple mutant mengalami perubahan pada strukturnya. Perubahan ini memungkinkan kedua varian mutan tersebut tak terdeteksi melalui tes RT-PCR.

“Mutan baru tampaknya tidak terdeteksi oleh tes RT-PCR,” ungkap dokter konsultan dari Helvetia Medical Centre di Delhi Dr Souradipta Chandra, seperti dilansir dari Times Now News.

Varian double mutant yang sebelumnya juga ditemui di India juga dikenal sebagai strain B.1.617. Strain ini mendapat julukan sebagai double mutant karena membawa dua mutasi yang berbeda dari virus originalnya, yaitu mutasi E484Q dan L452R.

Sementara itu, kemampuan strain B.1.617 untuk menular lebih mudah diyakini berasal dari mutasi E484Q. Sedangkan kemampuannya untuk menghindari dari antibodi dinilai berasal dari mutasi L452R.

Baca Juga :  Agar Dapur Tetap Mengepul, Seniman Bantengan Terpaksa Lego Properti Pementasan

Kombinasi dua mutasi yang teradapat pada strain B.1.617 ini juga dinilai mengkhawatirkan karena membuat strain B.1.617 menjadi lebih menular dan lebih pandai dalam menghindari antibodi yang terbentuk akibat infeksi sebelumnya atau vaksinasi.

Untuk varian triple mutant terbentuk dari tiga mutasi yang berbeda. Ketiga mutasi tersebut adalah penghapusan dan dua perubahan pada spike protein, penghapusan H146 dan Y145, serta mutasi E484K and D614G pada spike protein.

Dr Chandra menjelaskan, varian-varian mutan baru ini tampak memicu gejala yang yang sedikit berbeda. Dirinya mengatakan di masa gelombang kedua pandemi Covid-19 India saat ini, dia menemukan banyak pasien Covid-19 yang mengalami gejala seperti diare, nyeri perut, ruam merah, konjungtivitis, kebingungan, serta brain fog.

Tidak hanya gejala itu namun, gejala-gejala lain yang tak biasa juga ditemukan seperti perubahan warna pada jari tangan dan kaki menjadi kebiruan, hingga perdarahan melalui hidung.

Baca Juga :  Kepahlawanan Novilia, Peneliti Vaksin yang Gugur dalam Perang Melawan Covid-19

Gejala-gejala ini biasanya muncul disertai dengan gejala umum Covid-19. “(Gejala umum seperti) nyeri tenggorokan, nyeri badan, demam, kehilangan indera penciuman dan perasa,” jelasnya.

Sebagai infromasi, berdasarkan data terbaru India terus mencatatkan kasus tinggi dengan penambahan hari ini sebanyak 319.435, sehingga total menjadi 17.625.735. Adapun jumlah kematian harian bertambah sebanyak 2.764 sehingga total menjadi 197.880 orang.

Meningkatnya Covid-19 di India bermula sejak ribuan orang mandi massal di Sungai Gangga, yang merupakan festival keagamaan terbesar di dunia. Menurut laporan, orang-orang dalam jumlah besar berdesak-desakan di tepi sungai.

Selain itu, Jumlah kematian di Negeri Gujarat meningkat karena rumah sakit kewalahan menangani pasien dan kekurangan pasokan oksigen. Banyak pasien meninggal di luar rumah sakit di ibu kota New Delhi karena kekurangan tempat tidur dan oksigen.

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait