Tren Positif Melonjak, Safe House Diperpanjang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kasus Positif Covid-19 Kota Malang Pecah Rekor Harian Terbanyak
ilustrasi pasien Covid-19 yang ditangani oleh tenaga medis (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Tren Positif Melonjak, Safe House Diperpanjang

Satukanal.com, Malang – Hak pinjam pakai safe house Kota Malang yang bertempat di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), akan berakhir pada (30/6/2021) mendatang.

Apalagi dengan terus meningkatnya angka positif Covid-19 di Kota Malang,  membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang makin ketar-ketir.

Tak mau ambil resiko tinggi, Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan untuk perpanjangan izin operasional dari safe house pada pihak Pemerintah Provinsi Jatim.

“Kita sudah ajukan ke Pemprov Jatim untuk perpanjangannya. Kemarin kan sementara untuk OTG pun kita langsung bawa ke RS Rujukan, nanti kalau diperpanjang baik dari daerah pun (OTG) akan dibawa ke safe house,” ujar Sutiaji pada Satukanal.com, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga :  Kegigihan Kala Pandemi, Penjualan Dekorasi Rumah Kian Menjanjikan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif, membenarkan terkait hal tersebut. Dia menuturkan pengajuan perpanjangan itu tidak lain dikarenakan penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang yang terus meningkat.

Selain itu, Bed Occupation Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Malang sudah melebihi kapasitas di atas 60 persen.

“Pak wali barusan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk bisa safe house yang ada di Jalan Kawi 41 bisa diperpanjang dan masih dalam proses masih dalam rangka izin,” terang dr Husnul.

Baca Juga :  Tiga Pedagang Positif Covid-19, Pasar Banyuwangi Ditutup dan Disemprot Disinfektan

Dia menambahkan, setelah perpanjangan nantinya kondisi safe house akan tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Pihaknya belum berencana untuk menambah bed, masih pada angka 110 bed saja. Tentunya, OTG dengan gejala ringan saja yang akan masuk di safe house.

Saat ini hanya tertinggal dua orang pasien saja di sana. “Tinggal dua PMI saja di sana. Besok sudah dites pcr, kalau negatif sudah kita pulangkan,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Pewarta : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait