Tren Medsos Konsumsi Makanan Bertopping Emas, Amankah Bagi Kesehatan ? | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tren Medsos Konsumsi Makanan Betopping Emas, Amankah Bagi Kesehatan ?
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Tren Medsos Konsumsi Makanan Bertopping Emas, Amankah Bagi Kesehatan ?

SATUKANAL.com, NASIONAL – Media Sosial tengah ramai dengan salah satu tren yakni mengenai makanan yang dilapisi atau bertopping emas. Seperti, mie goreng dilapisi emas, popcorn bertopping emas bahkan camilan ice cream.

Sebenarnya, apakah makanan yang dilapisi emas aman untuk dimakan dan bagaimana dampak bagi kesehatan tubuh ?

Dari paparan Dr Tan Shot Yen selaku Ahli Gizi, mengatakan bahwa, emas yang ditujukan untuk makanan dan emas yang digunakan untuk perhiasan memiliki kandungan yang berbeda. Jenis emas yang dihidangkan dimakanan dan dapat dimakan merupakan jenis emas Edible Gold.

Ia juga mejelaskan bahwa, di Amerika Serikat dan Uni Eropa, serpihan dari emas disebut juga sebagai imbuhan pangan atau food additive dengan kode E175.

Jenis emas Edible gold merupakan emas 24 karat yang memiliki sifat inert. Inert merupakan bahan-bahan makanan yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh, sehingga ketika seseorang memakan emas jenis Edible Gold, maka yang nantinya dibuang juga dalam bentuk yang sama.

Baca Juga :  Mengenal Teknologi Seaglider, Benda Mirip Rudal Ditemukan di Pulau Selayar

Adapun jenis emas yang bahaya untuk dikonsumsi, salah satunya adalah jenis emas yang digunakan untuk mebuat perhiasan. Emas yang digunakan sebagai perhiasan memiliki campuran tembaga, kandungan tembaga jika dikonsumsi akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Mengutip dari laman Food & wine, lembaran emas murni selama berabad-abad sring digunakan sebagai hiasan kue di Eropa dan emas juga dijadikan sebagai campuran teh hijau di Jepang. Ahli nutrisi di New York, Cynthia Sass, mengatakan bahwa, emas mungkin dapat dimakan namun emas tidak akan diserap oleh sistem pencernaan ke dalam aliran darah.

Baca Juga :  Gisel Dan MYD Gunakan AirDrop Untuk Kirim Video, Begini Cara Kerjanya

Emas pada makanan hanya akan melewati tubuh dan dibuang sebagai limbah. Namun akan tetap disesuaikan dengan jumlah atau frekuensi konsumsi emas ke dalam tubuh.

Karena masih kurangnya penelitian yang mengkaji konsumsi emas bagi tubuh, diharapkan bagi masyarakat agar memilih emas sebagai topping untuk makanan, tidak dalam kurun waktu yang berdekatan atau menjadi acara makan sekali dalam seumur hidup.

Beberapa ahli nutrisi juga memperingatkan konsumsi emas bukan berarti memakan cincin atau perhiasan. Emas yang dapat dikonsumsi harus 23 sampai dengan 24 karat. Tingkat konsumsi emas tidak diperbolehkan dalam jumlah yang besar, karena tetap berpotensi memunculkan masalah bagi kesehatan.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait