Tren Diet 2021, Efektif Turunkan Berat Badan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Diet Sehat 1200 Kalori Untuk Seminggu, Ini Menunya
Makanan diet (Foto: Pixabay.com)
BERITA Kanal Artikel

Tren Diet 2021, Efektif Turunkan Berat Badan

Satukanal.com, Nasional – Ada beberapa tren pola diet di tahun 2021 yang dapat kalian coba lakukan. Terlebih, ketika seseorang mendapati tubuhnya telah obesitas atau kelebihan berat badan. Diet menjdai cara jitu mengatasi hal tersebut.

Bagaimanapun juga menjaga tubuh tetap sehat memang harus sedari dini dilakukan. Tak hanya berolahraga, mengatur pola makan sangat penting akar kesehatan tubuh tetap terjaga. Saat asupan makanan berlebih, berbagai persoalan kesehatan tubuh pun banyak terganggu.

Lantas, apa saja tren pola diet di tahun yang menarik untuk dilakukan? Simak ulasan lengkap dari Satukanal.com berikut ini.

1. Diet Detoks

Diet ini menarik untuk dilakukan karena selain dapat merampingkan tubuh, juga bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari racun atau zat-zat berbahaya. Walaupun liver dan ginjal dalam tubuh dapat membuang racun secara alami yang dikeluarkan melalui keringat, air kencing dan tinja, tetapi tetap saja ada racun yang tidak ikut terbuang.

Diet detoksifikasi dilakukan dengan cara berpuasa, dengan menghindari beberapa makanan berikut ini:

  • Makanan olahan,
  • Makanan berlemak,
  • Makanan berkarbohidrat.

Bagi kalian yang melakukan diet detoks, hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang memiliki kandungan serat yang tinggi diantarannya:

  • Buah-buahan,
  • Sayur-sayuran,
  • Jus,
  • Air mineral.

Dengan demikian, usus akan kosong, racun-racun yang mengendap dapat dikeluarkan, dan berat badan kamu akan turun.

2. Diet Pendukung Sistem Imun

Ketika melakukan diet ini, kalian perlu menambahkan makanan kaya vitamin C dan vitamin E ke dalam diet, seperti:

  • Alpukat
  • Jeruk
  • Jeruk bali
  • Teh hijau,
  • Buah berries,
  • Bawang putih,
  • Telur.

Diet ini merupakan langkah yang dapat menjaga tubuh tetap segat dan bugar. Diet ini juga dapat meningkatkan sistem imun, membuat tubuh kuat melawan virus.

4. Diet DASH

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan rekomendasi diet untuk orang yang ingin mencegah atau mengobati hipertensi. Selain itu, diet ini juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke, yang terkait dengan hipertensi.

Diet DASH fokus pada konsumsi buah dan sayuran, ditambah dengan sumber protein tanpa lemak. Diet ini juga rendah akan daging merah, garam, gula, dan lemak. Bagi yang ini mencoba diet ini, mulailah dengan menerapkan hal-hal di bawah ini:

  • Makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Ganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh
  • Pilih produk susu rendah lemak atau tanpa lemak
  • Pilih sumber protein tanpa lemak, seperti ikan, unggas, dan kacang-kacangan
  • Masak dengan minyak sayur
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula, seperti soda dan permen
  • Batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti daging berlemak, produk susu penuh lemak, maupun minyak kelapa dan minyak sawit
  • Tetap konsumsi minuman rendah kalori, seperti air putih, teh, dan kopi (tanpa gula)
Baca Juga :  Catat! 12 Provinsi Ini Masih Berlakukan Pemutihan Pajak

Selain itu, berikut ini adalah beberapa manfaat diet DASH untuk kesehatan:

  • Menurunkan berat badan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke
  • Mengurangi resiko kanker
  • Mengurangi resiko diabetes

5. Diet Keto

Diet satu ini menganjurkan kalian untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak, plus protein, namun rendah karbohidrat. Metode penurunan berat badan ini diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, bukan hanya membakar lemak. Berikut adalah jenis karbohidrat yang perlu dihindari:

  • Nasi, pasta, sereal, dan produk olahan gandum
  • Biji-bijian
  • Umbi-umbian, seperti ubi, kentang, wortel
  • Makanan dan minuman manis, misalnya kue, permen, es krim, kue-kue, jus buah dan soda
  • Lemak tidak sehat dari minyak sayur atau mayonaise
  • Minuman beralkohol
  • Semua buah-buahan kecuali buah beri seperti raspberry, bluberi, dan stroberi
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang polong, kacang merah, dan buncis
  • Sayuran akar-akaran dan umbi-umbian, yaitu kentang, ubi jalar, wortel, dan lobak
  • Saus dan kecap terutama yang mengandung gula dan lemak tidak sehat.

Sementara, berikut adalah beberapa bahan makanan yang mengandung lemak tinggi yang dianjurkan dalam diet keto, antara lain:

  • Telur, terutama yang mengandung omega 3
  • Daging merah, ayam, kalkun, sosis, steak, dan produk daging lain
  • Ikan tuna, salmon, dan makarel
  • Krim, mentega, dan keju
  • Sayur hijau, tomat, brokoli, bawang putih, cabai, paprika, dan sayur lain yang rendah karbohidrat
  • Kacang dan biji-bijian, seperti almond, kenari, wijen, chia, dan biji labu
  • Buah beri dan alpukat, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk masakan
  • Minyak zaitun, minyak alpukat atau minyak kelapa
  • Garam, merica, kayu manis, jahe dan berbagai rempah alami
  • Cokelat hitam

6. Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Diet puasa atau intermiten fasting (IF) juga merupakan salah satu metode yang populer untuk menurunkan berat badan. Intermiten fasting sebenarnya hanya versi modifikasi dari cara puasa tradisional. Ini melibatkan rutinitas antara periode makan dan puasa.

Periode makan sebagian besar hanya sekitar 6 jam sampai 8 jam diikuti oleh jendela puasa, yakni 16 sampai 14 jam. Jika ingin mengikuti diet ini, maka kamu hanya boleh mengonsumsi semua kalori dari makanan dalam sehari di dalam jendela makan. Setelah itu, kamu harus berpuasa selama sisa periode tersebut.

Ada beberapa jenis diet puasa yang umum dilakukan seperti 16/8, 14/10, puasa seharian 24 jam, puasa bergantian, dan lain-lain. Namun, hal itu semua tergantung pada kebugaran fisik dan tujuan akhir Anda.

Baca Juga :  Aturan Terbaru! PNS, TNI, POLRI, BUMN, Swasta Dilarang Cuti Saat Nataru

7. Diet Vegan

Diet vegan sendiri merupakan diet yang menerapkan pola makan yang hanya mengandung nabati, seperti sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan makanan yang terbuat dari tanaman. Sebelum benar-benar melakukan diet vegan, sebaiknya harus melalui konsultasi dengan dokter spesialis gizi terlebih dahulu, guna mengetahui diet seperti apa yang sesuai dengan kesehatanmu saat ini.

Kalian juga harus berkomitmen untuk menghindari bahan makanan hewani, seperti daging, ikan, susu, telur, dan produk olahan lainnya. Berikut beberapa panduan makanan sehat untuk vegan:

  • Konsumsi kacang-kacangan dan protein lainnya.
  • Konsumsi setidaknya 5 porsi buah dan sayur setiap hari.
  • Pilih makanan pokok seperti nasi, roti, kentang, pasta, atau karbohidrat bertepung lainnya.
  • Ganti susu sapi dengan alternatif lain, seperti susu kedelai dan susu almond. Tidak lupa, pilih yang paling rendah lemak dan rendah gula.
  • Pastikan cairan tubuh cukup dengan minum yang banyak, setidaknya 6 sampai 8 gelas dalam sehari.

8. Diet Volumetrik

Volumetrics Diet ini cocok banget untuk orang-orang yang hobi makan dan tidak suka terlalu banyak aturan. Diet ini mengutamakan volume atau porsi besar dalam menu makan. Jadi rasa kenyanglah tujuannya. Seperti yang diketahui, ada banyak jenis makanan rendah kalori seperti, buah, sayur, sup dan segala jenis makanan berprotein lainnya, dan itulah yang boleh dimakan dalam jumlah banyak.

Selain itu juga ada tips yang wajib diikuti yaitu menghindari makanan berbahan minyak dan mentega. Kamu bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat yang dihasilkan dari ikan dan kacang-kacangan. Sebenarnya makan makanan berlemak masih diperbolehkan, asalkan dalam jumlah yang sangat sedikit.

9. Diet Ornish

Tidak seperti program menurunkan berat badan pada umumnya, diet Ornish relatif mudah dilakukan. Kamu tak perlu menghitung kalori setiap makanan yang disantap. Dengan meninggalkan produk daging, otomatis jumlah kalori yang kamu makan menjadi lebih sedikit.

Buah-buahan dan sayuran segar adalah menu utama dimana harus dikonsumsi tiap harinnya jika ingin mengikuti diet ini. Putih telur dan produk susu non-lemak masih diperbolehkan untuk dikonsumsi. Produk nabati non-hewani akan menjadi menu utamanya, seperti:

  • Buah-buahan: Apel, pisang, jeruk, kiwi, delima, melon, pir, beri
  • Sayuran: Kembang kol, brokoli, kangkung, kubis, paprika, bayam
  • Kacang-kacangan: Buncis, kacang merah, kacang lima
  • Biji-bijian: Oat, barli, quinoa
  • Sumber protein: Tempe, tahu, putih telur
  • Bumbu dalam masakan: Bawang putih, jintan, kunyit, ketumbar, kayu manis, pala.

Selain itu, terdapat beberapa makan yang harus dihindari diantarannya:

  • Produk daging: Kambing, sapi, domba, ayam, kalkun, bebek
  • Makanan laut: Tuna, teri, salmon, makarel, udang, lobster.

 

Editor : Naviska

Kanal Terkait