Tren Covid Masih Tinggi, PTM di Jombang Masih Simpang Siur - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tren Covid Masih Tinggi, PTM di Jombang Masih Simpang Siur
Siswa di salah satu sekolah di Jombang manjalankan prokes sebelum memulai PTM (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Tren Covid Masih Tinggi, PTM di Jombang Masih Simpang Siur

Satukanal.com, Jombang -Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jombang nampaknya masih harus menunggu waktu untuk kembali digelar secara normal. Pasalnya, tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten berjuluk Kota Beriman ini masih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Agus Purnomo menjelaskan, PTM di Jombang masih harus menunggu landainya kasus Covid-19. Dalam artian, belum akan digelar dalam waktu dekat.

“Belum PTM, mengingat sebaran kasus Covid-19 masih tinggi,” ucapnya saat dikonfimasi wartawan pada Senin (13/8/2021).

Agus menambahkan, PTM bisa digelar sembari memperhatikan tingkat penularan Covid-19 jika angka penularannya sudah mulai melandai di daerah masing-masing. Lebih lanjut, sebenarnya lembaga pendidikan di Kabupaten Jombang sudah siap menggelar PTM.

Pada April lalu, lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah menggelar PTM. Namun, karena kasus kembali naik, pada bulan Juni diputuskan untuk kembali belajar di rumah.

Baca Juga :  Turunkan Angka Sebaran Covid-19, Pemkab Blitar Beri Perhatian Khusus Bagi Ponpes

“Karena kasus meningkat sehingga PTM belum boleh digelar, jika kasus sudah melandai PTM di setiap sekolah bisa kembali dibuka,” ujarnya.

Sebagai informasi, secara komulatif kasus terkonfirmasi positif Covid di Jombang sampai dengan Minggu (15/8) kemarin, mencapai 11.139 kasus, dari hari sebelumnya Sabtu (14/8/2021) berjumlah 11.076 kasus. Artinya ada penambahan 63 kasus positif dalam sehari.

Tingkat penyebaran di setiap kecamatan pun terbilang masih tinggi, dimana dari 21 kecamatan, 20 diantaranya masuk kawasan zona merah dengan kasus terkonfirmasi di atas 10 orang. Sedangkan, hanya satu kecamatan saja yang berstatus zona orange.

Sebelumnya, pemerintah pusat sempat mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Aturan itu menegaskan bahwa tak perlu menunggu tahun ajaran baru untuk pembukaan sekolah tatap muka.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Salurkan BLT-DD Bantu Warga Terdampak Pandemi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan, PTM bisa dilaksanakan setelah pendidik dan tenaga kependidikan mendapat vaksinasi Covid-19 secara lengkap. Karena itu, pemerintah daerah (pemda) diminta memprioritaskan vaksinasi pada mereka. Meski begitu, PTM masih dilakukan secara terbatas dan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurut Nadiem, PTM terbatas itu akan sangat berbeda dengan PTM di saat normal. Semua akan dibatasi, prokes bakal diberlakukan sangat ketat. Misalnya, kapasitas siswa maksimal hanya 50 persen per kelas. Lalu, jarak antar kursi siswa minimal 1,5 meter. Dengan begitu, sistem rotasi dan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa masih sangat diperlukan.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

Kanal Terkait