Transaksi Pegadaian Kediri, Meningkat 20 Persen di Masa Pandemi Covid-19 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Transaksi Pegadaian Kediri, Meningkat 20 Persen di Masa Pandemi Covid-19
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Transaksi Pegadaian Kediri, Meningkat 20 Persen di Masa Pandemi Covid-19

SATUKANAL.com, KEDIRI– Masa pandemi covid-19, minat masyarakat untuk melakukan transaksi pegadaian barang meningkat sebanyak 20 persen, di PT Pegadaian (Persero) Unit Kediri, Jalan Patimura, Kota Kediri.

Kelompok masyarakat yang datang melakukan pegadaian mayoritas berprofesi petani, pengusaha, pedagang, dan Aparatur Negeri Sipil (ASN). Beberapa alasan menyebabkan peningkatan tersebut ialah masa pandemi membuat perkembangan usaha dan perdagangan sulit untuk dilakukan.

Sehingga terpaksa menggadaikan barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi modal usaha. “Sebelum pandemi, jumlah berkisar 60 ribu nasabah di Kabupaten dan kota Kediri. Saat ini mengalami kenaikan 20 persen, menjadi 70 ribu, hingga 80 ribu-an nasabah,” kata Kepala Pemasaran Cabang PT Pegadaian Kediri, Elya Agus Rahmawati, kepada Satukanal.com, Kediri (5/1/2021).

Baca Juga :  Sertifikasi Halal Vaksin Sinovac Terbit Hari ini Bersamaan Dengan Moment Vaksinasi Jokowi

Elya juga mengungkapkan, masyarakat yang datang ke pegadaian membawa barang pribadi yang bernilai ekonomis hingga ratusan juta rupiah. Beberapa diantaranya perhiasan emas, elektronik dan barang gudang seperti kendaraan bermotor.

Dikatakan nasabah yang datang ke pegadaian ibu-ibu rumah tangga lebih tinggi. Menurut Elya, pegadaian menjadi solusi yang tepat bagi pengelola keuangan  ibu-ibu rumah tangga.

“Intinya disekolahkan. Ada yang membawa perhiasan seperti cincin kecil-kecil 1 gram-an. Pokok barang yang masih bernilai. Kadang ada sepeda mini, pegadaian solusi tercepat,” tambahnya.

Baca Juga :  Empat Tahapan, Alur Vaksinasi di Kota Kediri

Elya juga menyebutkan, pegadaian menjadi solusi alternatif tercepat dala solusi keuangan. Pada PT Pegadaian Unit Kediri ini, per hari nasabah datang sebanyak 30 hingga 100 orang. Transaksinya bukan hanya uang. Tapi juga perpanjangan, take over, dan keperluan produk baru. Yakni tabungan emas.

Tercatat untuk barang yang tidak diambil kembali sangat sedikit. “Barang yang tidak  diambil sebanyak 1 Persen. Sangat sedikit. Terbukti masyarakat masih sayang dengan barang-barangnya. Dimasa pandemi covid-19, masyarakat masih percaya kepada kami (pegadaian),” tutupnya.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait