SATUKANAL.COM
Kapolres Malang Kota saat rilis (Gugum)
BERITA

Total Transaksi Capai 2.5 Miliar, Begini Modus Pelaku Tawarkan Investasi Palsu

Satuchannel.com, Kota Malang – Jumlah transaksi yang terlacak Tim Cyber Polres Malang Kota atas kasus yang dilakukan tersangka berinisial MSA (31) memang fantastis, yakni mencapai 2.5 Miliar. Padahal setiap harinya, warga Jalan Simpang Borobudur Utama, Kota Malang itu bekerja sebagai guru SD di Polehan, Kota Malang.

Kapolres Malang Kota, AKBP Hoiruddin Hasibuan mengatakan tersangka tidak beraksi sendiri. Sebab, diperkirakan penipuan yang telah dilakukan sejak tahun 2014 ini melibatkan lebih dari satu pelaku.

Dalam aksinya, pelaku menggunakan 2 akun Facebook bernama Sari Dewi dan Tri Atik. Kedua Akun itu mengunggah informasi soal investasi di grup Facebook bernama ‘Aneka Usaha Di Malang Raya’.

Pada postingan itu, para korban diiming-imingi jasa investasi yang dapat berlipat ganda hingga keuntungan 10 kali lipat. Akun atas nama Tri Atik lah yang membagikan informasi itu.

“Jadi Tri Atik yang memposting sebuah info jasa investasi bisnis itu, lalu korban-korban yang berminat akan dikontak lebih lanjut oleh akun satunya lagi yang bernama Sari Dewi. Kedua Akun itu merupakan akun abal-abal yang juga dioperasikan MSA,” ungkap Hoirudin, jum’at (8/9).

Kedua akun itu diketahui memasang foto perempuan cantik untuk menarik perhatian. Jika ada yang kepincut, pelaku akan mengarahkan para korban untuk menghubungi via WhatsApp dengan nomor berbeda. Para korban juga diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang berbeda.

Satu unit mobil Jazz hasil sitaan. (GUM)

“Minimal setoran investasi sebesar 4 Juta. Nantinya, para korban dijanjikan keuntungan 10 kali lipat yang cair 3 bulan setelah berinvestasi,” terangnya.

Tak sampai disitu, para korban pun diminta menerima uang dari rekening korban lain. Ujungnya, uang itu berakhir di rekening Syaiful dan pelaku lain yang masih buron.

“Para korban menuruti kemauan tersangka karena berharap pencairan dana berlipat. Ketika ditagih, tersangka malah memblokir WA para korban dan tidak membayar sesuai kesepakatan,” tambahnya kepada Tim Satuchannel

Awalnya, polisi hanya mendapat laporan ini dari 1 korban pada tanggal 27 Agustus 2017 lalu. Setelah ditelusuri, ternyata ada sekitar 50 korban yang menjadi korban penipuan. Polisi menangkap Syaiful saat transaksi melalui M-Banking di Jalan Simpang Candi Panggung, Kota Malang.

Pada kasus ini, polisi menyita laptop, tiga ponsel dari berbagai merk, lima token bank, uang sebesar Rp 2 juta, dan mobil Jazz warna putih berplat nopol  L 1410 XA. (GUM)

Kanal Terkait