Toko Mainan Anak-Anak Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 100 juta | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA STRAIGHT NEWS

Toko Mainan Anak-Anak Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 100 juta

Toko mainan Kid Toys yang ada di Jalan Hos Cokroaminoto Jember, Selasa (7/1/2020) siang mengalami kebakaran. Api mula-mula membara di gudang penyimpanan mainan yang ada di lantai 2 toko.

Menurut Rahmat, Ketua RT setempat sekaligus saksi mata yang mengetahui awal kebakaran mengatakan, kejadian tersebut berlangsung saat toko sudah buka. Namun, tidak ada karyawan yang menyadari kalau tempat kerjanya terbakar.

“Tadi saya tahunya ada asap tebal hitam dari lantai dua, saya pastikan itu kebakaran. Kemudian saya lari ke toko, ternyata karyawannya gak ada yang tahu kalau ada kebakaran,” ujar Rahmat.

Kemudian, ia bersama warga berinisiatif memadamkan api dengan mengambil tangga di masjid yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun karena bau asap yang menyengat, pihaknya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Pemilik Toko Kid Toys, Sudarsono yang datang ke lokasi setelah 30 menit kejadian mengatakan bahwa memang instalasi listrik di toko yang disewanya kurang bagus. Bahkan, selama ini sering tiba-tiba padam dengan sendirinya. Dia menduga, kebakaran mungkin terpicu karena korsleting listrik.

“Kemungkinan korsleting listrik, soalnya memang instalasi listriknya kurang bagus. Apalagi, di atas banyak stok mainan dengan bahan plastik, jadi mudah terbakar,” ujar Sudarsono.

Akibat dari kebakaran itu, Sudarsono mengatakan bahwa ia mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta lebih. “Kalau dihitung jumlah barang yang ada di gudang, nominalnya sekitar Rp 100 jutaan, karena memang barang belum lama datang,” ujar sudarsono.

Sementara Dwi Atmoko P, petugas pemadam kebakaran BPBD Jember yang memimpin upaya pemadaman mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan setelah 30 menit. Meski demikian, petugas pemadam kebakaran masih belum bisa masuk. Hal ini karena asap di dalam ruangan masih mengepul dan minimnya fentilasi udara.

“Alhamdulillah kalau apinya sudah bisa dipadamkan, sekarang sudah proses pendinginan, tapi ya itu, masih banyak asap kita harus menggunakan blower untuk mengeluarkan asap dari gudang,” pungkas Dwi. (*)

Kanal Terkait