SATUKANAL.COM
TKW Kabupaten Kediri di Hongkong Beber Fakta Seputar Virus Corona
Harga masker di Hongkong tembus Rp 500 ribu. (Foto: dok. Nila Khoirun Na'ilia)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

TKW Kabupaten Kediri di Hongkong Beber Fakta Seputar Virus Corona

SATUKANAL, KEDIRI – Seiring merebaknya virus corona, angka pemberangkatan TKI dari Kabupaten Kediri menurun.

Biasanya, dalam sebulan ada sekira 250-300 TKI yang berangkat.

Namun, pada Januari 2020, terhitung hanya 150-200 TKI yang berangkat.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melakukan sejumlah upaya untuk melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) maupun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara-negara Asia Pasifik, khususnya Taiwan dan Hongkong yang berdekatan dengan sumber wabah virus corona, China.

Disnakertrans mengimbau PJTKI maupun P3MI agar lebih berhati-hati dalam menempatkan TKI atau PMI ke negara tujuan.

“Kami terus koordinasi, juga dengan Disnakertrans Jawa Timur dan Kementerian Ketenagakerjaan. Manakala ada warga terdampak untuk segera ambil tindakan,” ungkap Kabid Transmigrasi dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Kediri Jumadi, Kamis (13/2/2020).

Baca Juga :  Mulai Tahun Ini, Dana BOS akan Langsung Ditransfer ke Rekening Sekolah

Berdasarkan pantauan, belum ada PMI maupun TKI dari Kabupaten Kediri yang terdampak virus corona.

Jumadi berharap, calon PMI yang akan berangkat diupayakan lebih selektif, atau menunda hingga wabah corona berkurang.

Selain dengan PJTKI dan P3MI, Disnakertrans telah melakukan koordinasi dengan lembaga kesehatan yang ditunjuk menjadi rujukan medical check up.

Dihubungi melalui pesan Whatsapp, salah satu TKI asal Kabupaten Kediri di Hongkong, Nila Khoirun Na’iliya mengaku makin hari makin banyak orang di sekitarnya yang terjangkit corona.

Perempuan yang bekerja di Kota Chai Wan provinsi Siu Shaiwan ini terpaksa harus mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Biasanya setiap hari ke pasar untuk belanja. Sekarang jadi dua hari sekali baru keluar,” ujarnya.

Baca Juga :  DPC PDIP Kabupaten Kediri Ancam Beri Sanksi Berat Kadernya yang Terbukti Membelot pada Pilbup 2020

Keharusan memakai masker saat keluar rumah juga membuatnya kurang nyaman.

Terlebih, saat ini harga masker melambung tinggi.

Bahkan, masker jadi barang langka di Hongkong.

Nila sangat bersyukur sebab seminggu lalu, ia bersama rekannya sesama pejuang devisa mendapatkan sumbangan masker dari Indonesia.

Itupun jumlahnya tak banyak, hari lima buah per orang.

Sebelumnya, untuk mendapatkan masker, Nila harus rela antre panjang di apotek.

“Kalau di-Rupiah-kan, harga masker sekarang sampai Rp 500 ribu,” ungkap Nila lewat pesan Whatsapp.

Nila tak muluk-muluk. Ia hanya berharap ada bantuan masker dari pemerintah Indonesia.

“Hanya masker kebutuhan utama kita saat ini. Kami juga berharap virus segera hilang supaya kerja dengan tenang,” harapnya.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait