Tinjau Lokasi Jalan Ambles, Kapolda Jatim Temukan Beberapa Kejanggalan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Tinjau Lokasi Jalan Ambles, Kapolda Jatim Temukan Beberapa Kejanggalan

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan meninjau lokasi amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Rabu (19/12). Amblesnya tanah diperkirakan mencapai luas 20 x 50 meter persegi

Setelah melakukan inspeksi di lokasi kejadian,  diduga kuat karena faktor pembangunan ground rumah sakit dan apartemen Siloam Hospital. Karena itu, pihak polda perintahkan Polrestabes Surabaya untuk segera melakukan penyelidikan dan memanggil beberapa pihak yang terkait dengan pembangunan. Selain itu, berkoordinasi dengan tim  ahli dari ITS dan beberapa tim dari Bina Marga untuk mendalami kasus ini.

Luki Hermawan mengatakan, dalam  pengerjaan pembangunan ini, ditemukan beberapa kejanggalan. Berdasarkan hasil laporan bulan Februari, pembangunan seharusnya ada saran untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan dari tim kontraktor saat menggali ground ketika galian mengeluarkan air.

Baca Juga :  September 2021, Siswa SMP dan SMA Kota Malang Ditargetkan Tuntas Divaksin

“ Harusnya tim kontraktor juga mengantisipasi bagaimana air dari bawah ini tidak muncul ke permukaan dan menyebabkan hal seperti ini terjadi dan kami sudah melakukan beberapa langkah. Nanti kami dalami lagi bersama tim saksi ahli akan terkait kejadian ini yang seharusnya tidak terjadi,” tegasnya.

Pembangunan tersebut rencananya untuk basement Rumah Sakit Siloam yang bergandeng dengan basement apartemen. Pengerjaan sudah rampung 11 persen dengan kedalaman 11 meter dari 19 meter yang dikeduk.

Baca Juga :  Lawan Vandalisme Cagar Budaya Kayutangan dengan Gerakan 'Koin Satus Repes'

“Pihak Basarnas dan tim evakuasi menyampaikan jika amblesnya tanah di kawasan Gubeng ini tidak ada korban jiwa. Nanti kami dan beberapa instansi terkait akan melakukan rapat untuk menindaklanjuti dampak dari kejadian ini,” lanjut kapolda.

Hanya saja Luki tetap sangat menyayangkan atas kejadian ini terkait amdal. Sebab, jelas hal ini berakibat fatal dan berbarengan dengan musim hujan sehingga ada saluran air yang masuk ke dalam lumbang bekas amblesnya tanah. “Musim hujan bertambah air masuk ke lubang,” imbuh Luki. (*)

Kanal Terkait