Tingkatkan Tangkapan Nelayan, Doktor Mengabdi UB Ciptakan Lampu Pemikat Ikan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tingkatkan Tangkapan Nelayan, Doktor Mengabdi UB Ciptakan Lampu Pemikat Ikan
Dr. Fuad, S.Pi., MT dibantu dosen dari berbagai bidang keilmuan beserta 4 mahasiswa UB (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Tingkatkan Tangkapan Nelayan, Doktor Mengabdi UB Ciptakan Lampu Pemikat Ikan

Satukanal.com, Malang – Usaha di bidang perikanan tangkap menjadi salah satu penggerak perekonomian yang kian diminati masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di wilayah Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Untuk menunjang profesinya tersebut, para nelayan Lekok menggunakan suatu alat tangkap yang dinamakan bagan tancap. Diketahui, bagan tancap merupakan alat tangkap pasif berupa bangunan di perairan pantai dengan jaring di bawahnya dan menggunakan lampu sebagai alat bantu guna memikat ikan-ikan.

Sementara, kegunaan lampu pengumpul ikan ini mempunyai peran yang sangat penting. Dikarenakan, cahaya lampu lebih terang akan menjangkau area yang lebih luas.

Tentunya, hasil tangkapan ikan para nelayan bisa lebih banyak. Sebaliknya, jika cahaya lampu tidak dapat menjangkau area yang luas maka ikan yang datang akan lebih sedikit.

Sehari-hari para nelayang Lekok masih menggunakan lampu petromaks sebagai alat bantu pengumpul ikan dengan bahan bakar gas LPG.

Lampu petromaks sendiri mempunyai banyak kekurangan di antaranya, cahaya lampu kurang terang, sering terjadi kerusakan pada kaos lampu, regulator gas sering bocor, boros bahan bakar sehingga biaya operasi penangkapan ikan menjadi tinggi.

Melalui Program Doktor Mengabdi (DM) Tahun 2021 di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya, para Dosen UB yang sudah bergelar doktor bisa ikut berperan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Program Doktor Mengabdi tersebut dilakukan guna mengatasi kesulitan masyarakat dengan berbagai inovasi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat. Salah satunya Dr. Fuad, S.Pi., MT, selaku ketua pelaksana Program Doktor Mengabdi, yang menciptakan lampu pemikat ikan guna meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan di Kecamatan Lekok.

Baca Juga :  Vacuum Frying, Inovasi Doktor Mengabdi UB untuk Tingkatkan Kualitas Bawang Goreng

Perkembangan teknologi lampu hemat energi (LED) sangat pesat dan sangat memungkinkan diterapkan di sektor perikanan tangkap. Penggunaan teknologi lampu hemat energi diharapkan mampu menekan biaya operasi penangkapan ikan dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan bagan tancap.

“Salah satunya, kami mengusung teknologi ini sangat efektif menarik ikan dan mampu meningkatkan hasil tangkapan ikan,” terang Fuad.

Menurutnya, Nelayan bagan tancap sangat membutuhkan lampu yang efektif memikat ikan. Teknologi lampu LED yang dioperasikan dibawah air sangat baik dan mampu mendatangkan banyak ikan.

“Teknologi ini juga mampu menjawab keinginan nelayan, dengan baterai hemat energi. Energi listrik lampu LED berasal dari baterai yang bisa diisi ulang, dan nelayan tidak perlu lagi membeli bahan bakar,” ungkapnya.

Fuad menjelaskan bahwa teknologi lampu LED dapat diterapkan pada bagan tancap yang ada di perairan Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Hasil tangkapan ikan nelayan yang menggunakan teknologi lampu ini meningkat rata-rata sekitar 20 persen.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa teknologi lampu pemikat ikan ini telah diproduksi, namun masih terbatas. Baru tiga lokasi yang telah mengunakan lampu ini diantaranya:

  1. Kabupaten Pasuruan,
  2. Probolinggo,
  3. Gresik.
Baca Juga :  Tahun 2022, Pemkot Batu Targetkan Tiap Desa Punya Satu Perpustakaan

Ke depannya, Fuad berharap agar teknologi lampu pemikat ikan ini bisa diproduksi secara massal dan dalam jumlah besar. Untuk produksi massal teknologi lampu ini, dibutuhkan mitra industri lampu agar bisa diproduksi dalam jumlah besar.

Selanjutnya, adanya peningkatan hasil tangkapan ikan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan bagan tancap di wilayah tersebut.

Nur Habibi selaku Ketua KUB “Dora Baru” dan merupakan mitra dalam dalam Program Doktor Mengabdi ini mengatakan bahwa sebelum ada program tersebut, kelompoknya telah 5 tahun bermitra untuk berbagai program pengembangan teknologi penangkapan ikan.

Manfaat teknologi lampu pemikat ikan telah dirasakan oleh anggota kelompok nelayan. Kini, nelayan tidak perlu lagi membeli bahan bakar, cukup dengan baterai yang bisa diisi ulang sudah mampu menghemat biaya bahan bakar sebesar 30 ribu tiap harinya.

Dengan adanya program ini, Nur beserta para nelayan lainnya merasa terbantu dan turut mengucapkan rasa terimakasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya atas bantuan peralatan berupa lampu pemikat ikan serta pendampingan yang diberikan.

Sebagai informasi, pada Program Doktor Mengabdi ini, Fuad tidak sendirian. Dalam tim tersebut, ia dibantu oleh dosen dari berbagai bidang keilmuan berserta 4 mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya.

 

 

Pewarta : Viska 
Editor : Adinda

Kanal Terkait