Tingkat Disiplin Isoman Masih Rendah, 7 Warga Kota Kediri Dibawa ke Isoter - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tingkat Disiplin Isoman Masih Rendah, 7 Warga Kota Kediri Dibawa ke Isoter
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Tingkat Disiplin Isoman Masih Rendah, 7 Warga Kota Kediri Dibawa ke Isoter

Satukanal.com, Kediri – Belasan anggota TNI dan Satgas Covid Kota Kediri menjemput paksa warga yang melakukan Isoman. Hal itu terpaksa dilakukan karena tingkat kedisiplinan Isoman yang masih rendah, sehingga rawan terjadi penularan, Rabu (18/8/2021)

Penjemputan pasien Isolasi Mandiri di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini dipimpin Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto Kolonel Infantri Muhammad Dariyanto, Rabu (18/8/2021).

Di wilayah ini ada dua warga tengah menjalani Isolasi Mandiri. Mereka dinyatakan positif Covid-19 dan berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka yang dijemput ini akan dipindahkan ke tempat Isolasi Terpusat (Isoter) di eks gedung Balai Latihan Kerja Kota Kediri.

Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf Rully Eko Suryawan yang turut dalam penjemputan hari ini mengatakan, upaya penjemputan dilakukan lantaran kondisi ini rawan akan penularan terhadap warga lain di lingkungan itu. Sebab, kesadaran warga masih cukup rendah.

“Ada kemungkinan yang melaksanakan Isoman ini dikhawatikan masih keluar rumah. Mereka tidak disiplin menjalani Isoman. Mungkin bandel ya. Dia merasa OTG jadi masih keluar masuk, ini rawan,” kata Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf Rully Eko Suryawan.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok Cenderung Turun, Cabe Jadi Termiris di Kabupaten Malang

Lebih lanjut, Ruly mengatakan, di Kota Kediri tingkat kesadaran warga untuk melakukan Isoter terbilang masih kurang. Hal itu lantaran banyak yang merasa takut tidak terurus saat berada di tempat Isolasi Terpusat. Padahal, dia menjamin semuanya akan diurus disana. Tenaga medis pun siaga 24 jam, untuk mengawasi kondisi kesehatan mereka.

“Rata-rata yang enggan melakukan Isoter itu karena takut terjadi apa-apa, padahal yang melakukan Isoter itu sebenarnya lebih terjaga, padahal disana fasilitas lengkap semua lengkap makan diberi medis ada, kalau kritis langsung dirujuk. Yang bahaya kalau isoman ini kan bisa jadi mereka telat penanganan ketika kondisi kritis,” katanya.

Selain warga Kelurahan Bandar Lor, personil TNI juga turut mendatangi sebanyak 5 warga Isoman di Kelurahan Lirboyo. Keseluruhannya juga dibawa ke Isoter oleh Personil TNI bersama relawan Covid-19.

Baca Juga :  Digitalisasi di Semua Aspek, Pemkab Mojokerto Launching 4 Inovasi Baru

“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, diharapkan ini bisa berlangsung dengan baik. Kedepan warga ini mau melakukan Isoter tanpa dijemput oleh pihak-pihak terkait,” tutupnya.

Sementara itu, Bambang, Camat Mojoroto menyebut, per hari ini di wilayahnya total pasien Isoman ada sebanyak 133 orang. Dari total tersebut rencananya yang baru saja terkonfirmasi positif akan dibawa ke Isoter, hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19

“Untuk yang baru saja terpapar akan segera dibawa ke Isoter. Yang sudah hampir selesai akan terus kita pantau. Yang bandel memang masih ada karena memang mereka tidak bergejala, rata-rata mereka sudah nyaman berada di rumah, akhirnya tidak mau dibawa,” terang Bambang.

Bambang menambahkan, belakangan ini berdasarkan data yang ada, sebanyak 3 orang pasien Covid-19 yang melakukan Isoman meninggal dunia. Itu terjadi lantaran kondisi pasien sudah kritis.

 

Penulis: Ubaidhillah
Editor : Adinda

Kanal Terkait