Tinggalkan Julukan Pecel dan Bremnya, Kini Kota Madiun Jadi Kota Pendekar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tinggalkan Julukan Pecel dan Bremnya, Kini Kota Madiun Jadi Kota Pendekar
BERITA Kanal Feature Kanal Highlight

Tinggalkan Julukan Pecel dan Bremnya, Kini Kota Madiun Jadi Kota Pendekar

Satukanal.com, Madiun – Jika kalian mendengar nama Kota Madiun? Sebelumnya, Kota Madiun terkenal dengan julukan Kota Pecel atau Kota Brem. Namun, kini Kota Madiun menambah julukan sebagai Kota Pendekar.

Kota Madiun kini resmi memiliki City Branding baru berupa logo Madiun Kota Pendekar yang diluncurkan di Taman Ngrowo Bening. Pemilihan logo Kota Pendekar ini sudah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang, dan telah mendapat persetujuan dari 14 perguruan silat yang ada di Madiun.

City Branding tersebut menggambarkan seorang pendekar dengan gerakan interval jurus lima IPSI yang menjadi pelopor perubahan seni pencak silat di Kota Madiun.

Wali Kota Madiun Maidi, menilai logo ini pantas untuk mewakili seluruh perguruan dan ribuan warganya. “Logo ini tidak hanya mewakili masyarakat Kota Madiun saja, tapi juga harus menarik perhatian warga luar kota” jelas Maidi.

Selain logo, Pemerintah Kota Madiun juga melaunching baju khas Kota Pendekar. Seragam yang menjadi identitas Kota Madiun tersebut berupa setelan pakaian berwarna hitam polos bertali putih ala baju pencak silat dengan logo Kota Pendekar di bagian dada sebelah kanan.

“Pakaian ini merupakan salah satu identitas Kota Madiun, wajib dilestarikan” ungkapnya.

Julukan Kota Pendekar bukan berarti semua warga di sana pendekar, melainkan banyak perguruan bela diri yang dapat kalian temui di sana. Seperti pencak silat, taekwondo, karate, yongmoodo, muaythai, dan lain-lain.

Namun sebutan Kota Pendekar ini lebih dominan pada banyaknya perguruan pencak silat di Kota Madiun. Terdapat sekitar 12 perguruan pencak silat yang ada di Kota Pendekar ini.

Ke 12 perguruan pencak silat tersebut yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad (PSHTT), Ki Ageng Pandan Alas, IKS Pro Patria, Persaudaraan Pangastuti Tundung, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Cempaka Putih.

Sementara itu, ada tiga perguruan pencak silat juga telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan ke mancanegara. Ketiganya yakni, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti.

Dirilisnya logo baru Kota Madiun juga turut menuai kritikan masyarakat setempat melalui laman media sosial (medsos).

Seperti yang disampaikan anggota DPRD Kota Madiun dari fraksi PSI, Bagus Panuntun. Menurutnya, logo kota Madiun yang baru diresmikan tidak menggambarkan secara keseluruhan makna dan identitas kota.

Kota Madiun terkenal gudangnya ilustrator dan desainer. Tentunya anak muda dan ahli-ahli budaya yang ada di Kota Madiun akan senang jika dilibatkan. “Sangat penting sekali city branding untuk sebuah kota. Karena city branding adalah perangkat pembangunan ekonomi perkotaan,” ujar Bagus.

Menanggapi hal tersebut pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan Dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun mempersilahkan masyarakat untuk memberikan saran dan masukkan terkait logo city branding Madiun Kota Pendekar.

Pihaknya juga tidak keberatan untuk mengubah maupun melakukan revisi. Asalkan masyarakat yang mengkritik, bisa memberikan solusi. Logo tersebut belum dipatenkan melalui Peraturan Walikota maupun Kemenkumham. Sehingga, masih bisa untuk dirubah.

Setelah itu, logo yang diusulkan masyarakat, akan dibawa ke acara Sarasehan Budaya pada akhir Mei mendatang. Dalam acara itu nanti, bakal didiskusikan bersama perwakilan perguruan pencak silat, IPSI, budayawan, dan seniman lokal.

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait