Tilang Sistem Poin Bakal Diterapkan, Apa saja Daftar Pelanggarannya? - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tilang Sistem Poin Bakal Diterapkan, Apa saja Daftar Pelanggarannya?
ilustrasi humas Polri saat memberikan keterangan (Foto: humas.polri.go.id)
BERITA Kanal Artikel Kanal Highlight

Tilang Sistem Poin Bakal Diterapkan, Apa saja Daftar Pelanggarannya?

Satukanal.com, Nasional – Pengendara bermotor harus lebih berhati-hati. Pasalnya, akan ada penerapan tilang sistem poin pelanggaran pada Surat Izin Mengemudi (SIM). Lantas, apa saja serta berapa besaran poinnya?

Adapun aturan terkait hal tersebut dicantumkan dalam  Peraturan Kepolisian (Perpol) 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM. Tiap-tiap pelanggaran tentunya memiliki poin berbeda sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Laut.

“Untuk pelanggaran terbagi menjadi sedang, berat dan ringan. Masing-masing ada poinnya, apabila sudah mencapai poin tertinggi atau angka penalti maka SIM dapat dicabut sementara ataupun permanen sesuai putusan pengadilan,” kata Kasi Standar pengemudi Ditregident Korlantas Polri AKBP Arief Budiman, dikutip dari humas.polri.go.id, Jum’at (04/06/2021).

Disebutkan bahwa, setiap pelanggaran akan diakumulasikan dan terbagi atas dua penalti. Setiap pemilik SIM maksimal diberikan batas 12 poin dan 18 poin. Jika pelanggar sudah mencapai batas 18 poin, maka SIM akan dicabut seperti tertuang dalam Pasal 39.

Sementara itu, terdapat beberapa jenis pelanggaran dengan poin-poin yang berbeda. Untuk lebih lengkapnya, berikut rinciannya:

1. Pelanggaran dengan Lima Poin

  • Tidak memiliki SIM
  • Berkendara atau mengemudi tidak konsentrasi
  • Kendaraan bermotor beroda empat atau lebih tidak dilengkapi persyaratan teknis
  • Kendaraan bermotor beroda empat atau lebih tidak layak jalan
  • Melanggar atran perintah, rambu ataau marka jalan
  • Langgar aturan perintah atau larangan alat pemberi istyarat lalu lintas
  • Langgar aturan gerakan lalu lintas
  • Kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan gerakan lalu lintas atau tata cara berhenti dan Parkir
  • Melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah
  • Kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain
  • Kendaraan bermotor berbalapan di jalan
Baca Juga :  Sudah Tak Gratis Lagi! Tarik Tunai dan Cek Saldo Bank BUMN di ATM Link Bakal Dikenakan Biaya

2. Pelaggaran dengan Tiga Poin

  • Kendaraan bermotor yang dipakai di jalan dipasangi perlengkapan yaang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas
  • Kendaraan bermotor yang dipakai di jalan tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri
  • Kendaraan bermotor tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda
  • Sepeda Motor yang dipakai di jalan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion,klakson, lamu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban.
  • Kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan tidak memenuhi persyaratan laik jalan
  • Kendaraan bermotor langgar marka jalan, alat pemberi isyarat dan batas kecepatan
  • Kendaraan bermotor tanpa STNK dan STCK, mobil roda empat atau lebih tanpa Surat Uji Berkala dan Tanda Lulus Uji Berkala
  • Tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam keadaan darurat di jalan
  • Mengemudikan Kendaraan bermotor angkutan barang tidak memenuhi ketentuan tentang persayartan keselamatan, pemberian tanda barang, parkir, bongkar dan uat, waktu operasi dan rekomendasi dari instansi terkait
  • Mengemudikan Kendaraan bermotor angkutan umum barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan
  • Mengemudikan Kendaraan bermotor umum tanpa izin
Baca Juga :  Punya Nilai Jual Tinggi, 5 Tanaman Hidroponik Ini Terbaik di Golongannya

3. Pelanggaran dengan 1 Poin

  • Perilaku yang mengganggu fungsi rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat, fasilitas pejalan kaki, alat pengaman pengguna jalan
  • Kendaraan bermotor (ranmor) umum dalam utrayek tak singgah di terminal
  • Ranmor tanpa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda dan p3k
  • Pengemudi tidak patuhi petugas kepolisian di jalan
  • Mengemudikan sepeda motor tak laik jalan
  • Melanggar aturan gerakan lalu lintas,parkir, tak memberi hak utama ranmor yang dapat prioritas, langgar aturan bergadengan dan penempatan dengan kendaraan lain
  • Tidak bisa menunjukkan SIM yang sah
  • Tidak menggunakan sabuk pengaman
  • Tidak pakai helm untuk ranmor selain sepeda motor tanpa helm
  • Berboncengan  sepeda motor lebih dari 2 orang
  • Tidak menyalakan lampu ranmor di malam hari dan sepeda motor di siang hari
  • Belok dan balik arah tanpa sein
  • Berpindah lajur tanpa isyarat atau sein
  • Langgar jalur, tak berhenti saat turun naik penumpang, tidak menutup pintu saat jalan
  • Ranmor angkutan barang tidak menggunakan sesuai dengan kelas jalan
  • Ranmor angkutan penumpang umum ngetem sembarangan, tidak berhenti di halte, keluar trayek
  • Ranmor barang angkut orang
  • Penyalahgunaan izin ranmor angkutan orang dengan tujuan tertentu, tapi menaikkan atau menurunkan penumpang lain sepanjang perjalanan
  • Ranmor angkutaan barang tanpa dokumen perjalanan

 

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait