Tetap Buka Perjalanan Mendesak, Euforia Lebaran Dirasa Kurang - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tetap Buka Perjalanan Mendesak, Euforia Lebaran Dirasa Kurang
BERITA Kanal Highlight

Tetap Buka Perjalanan Mendesak, Euforia Lebaran Dirasa Kurang

Satukanal.com, Nasional – Penyebaran virus Covid-19 yang dinilai masih tinggi, membuat pemerintah mengambil keputusan pelarangan mudik. Tak ayal hal tersebut menuai banyak pro dan kontra. Sebagian masyarakat merasa kurang setuju karena tidak bisa bertemu keluarga dikampung. Sedangkan sebagian lagi setuju, alasannya pemutusan rantai pandemi harus tetap dilaksanakan.

Imbas pelarangan tersebut ialah euforia Idul Fitri tidak semeriah tahun sebelumnya. Masyarakat perantauan tidak bisa pulang ke kampung halaman setelah sekian lama. Tetapi alasan pemberlakuan yang diberikan juga dirasa cukup tepat. Lonjakan demi lonjakan berusaha berangsur dikurangi demi pemulihan ekonomi.

Meski begitu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap mengoperasikan Kereta Api Jarak Jauh pada 6 hingga 17 Mei mendatang. Tapi, hanya bagi pelaku perjalanan mendesak kepentingan non mudik saja. Sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

“KAI menjalankan Kereta Api Jarak Jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” ungkap Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif.

Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan Kereta api adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik. Seperti untuk bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga dan kepentingan non mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Bagi pegawai instansi pemerintahan yaitu ASN,BUMN,BUMD, TNI dan Polri. Syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Baca Juga :  Awas Banyak Developer Nakal! Ini Tips Membeli Perumahan Yang Aman

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan. Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa/Lurah setempat.

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual. Untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” kata Luqman.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis. Pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR, Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai. Maka, penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena kami mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” tegas Luqman.

KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 9 KA Jarak Jauh untuk melayani pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. Tiket KA tersebut dijual melalui aplikasi KAI Access, web KAI, aplikasi mitra resmi dan khusus pembelian tiket di loket stasiun. Dilayani penjualan langsung 3 jam sebelum keberangkatan.

Baca Juga :  Besok, Hujan Meteor Arietied Dapat Disaksikan Dengan Mata Telanjang

“Jumlah KA yang kami operasikan memang hanya terbatas untuk mengakomodir pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik. KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan dan hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia,” tuturnya.

Dia mengatakan, Kereta Api yang dijalankan tersebut sudah mendapatkan izin dari Pemerintah. KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19 pada transportasi kereta api.

“KAI selalu mengoperasikan KA sesuai pedoman dari Peraturan Menteri dan Surat Edaran yang dikeluarkan pemerintah. Kami berharap masyarakat dapat tetap membatasi mobilitasnya serta tidak mudik tahun ini,” tambahnya.

Sebagai informasi tambahan daftar KA yang beroperasi adalah Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir, Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng – Bandung, Gajayana relasi Malang – Gambir, Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir, Maharani relasi Surabaya Pasar Turi – Semarang, Sri Tanjung relasi Surabaya Gubeng – Lempuyangan dan Surabaya Gubeng – Ketapang, Tawang Alun relasi Malang – Ketapang, Probowangi relasi Surabaya Gubeng – Ketapang juga Pasundan Lebaran relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong.

Disisi lain KA lokal yang turut beroperasi yaitu Penataran relasi Surabaya Kota – Malang – Blitar PP, Tumapel relasi Malang – Surabaya Kota, Dhoho relasi Surabaya Kota – Kertosono – Blitar PP dan Jenggala relasi Mojokerto – Sidoarjo PP.

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait