Tetap Berusaha Kembalikan Prasasti Sangguran - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Tetap Berusaha Kembalikan Prasasti Sangguran
ilustrasi Prasasti Sangguran/Foto: Satukanal.com
BERITA Kanal Straight

Tetap Berusaha Kembalikan Prasasti Sangguran

Satukanal.com, Batu Pengembalian prasasti sangguran yang berada di Skotlandia masih terus diupayakan Dinas Pariwisata  (Disparta) Kota Batu. Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan telah berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait hal itu. Sekarang pihaknya mencapai tahap analisa dan pengkajian lebih lanjut.

“Mudah-mudahan keinginan besar masyarakat Kota Batu untuk mengembalikan prasasti itu bisa terwujud. Kami serius di situ, nanti step by step dengan koordinasi yang kami lakukan mudah-mudahan bisa sampai terwujud,” ucapnya Jumat (4/6/2021).

Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh masyarakat. Langkah itu menurutnya bisa menjadikan wilayah sekitar sebagai desa wisata sejarah.

Baca Juga :  Idul Adha 2021, Takbir Keliling dan Salat Ied Kota Malang Ditiadakan

“Kami akan fasilitasi apa yang bisa disiapkan. Karena ini merupakan potensi yang dimiliki Kota Batu yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi budayawan dan sejarawan,” jelasnya.

Pengembalian Prasasti Sangguran ke Kota Batu ini sangat sulit, lantaran melibatkan dua negara. Usaha masih dilaksanakan guna mengupayakan kembalinya peninggalan kerajaan di Tanah Air tersebut.

Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Anugrah mengatakan prasasti sangguran merupakan penanda dari sebuah candi yang diduga kuat adalah Candi Pendem. Prasasti itu kemudian dicabut oleh penjajah dari Inggris, Stamford Raffles pada tahun 1820. Dan dihadiahkan kepada seseorang di Desa Minto, Edinburgh, Skotlandia. Hingga saat ini Prasasti Sangguran berada di sana.

Baca Juga :  Pengecekan Exit Tol Singosari, 114 Kendaraan Putar Balik

“Sejak dulu Prasasti Sangguran itu ada di Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Dulunya dikaitkan dengan Candi Songgoriti, namun itu seperti memaksakan karena jaraknya jauh sekali,” ujar Wicaksono.

Pembuatan replika pun diusulkan mengingat sulitnya pengembalian. Replika itu pun dibuat oleh masyarakat adat. Penancapannya telah dilakukan di area Punden Mbah Tarminah, Dusun Ngandat, Desa Mojorejo.

 

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait